kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Serap surplus listrik, PLN jaring potensi dari kawasan industri dan ekonomi khusus


Kamis, 06 Februari 2020 / 16:17 WIB
Serap surplus listrik, PLN jaring potensi dari kawasan industri dan ekonomi khusus
ILUSTRASI. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melirik potensi konsumsi listrik dari empat kawasan ekonomi. ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf/foc.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melirik potensi konsumsi listrik dari empat kawasan ekonomi, yakni Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri (KI), Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT).

Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, seiring dengan penambahan jumlah kapasitas pembangkit, reserve margin dan keandalan listrik PLN pun semakin membaik.

Baca Juga: Kementerian ESDM soroti lambatnya penjualan listrik PLN tahun 2019

Darmawan memberikan gambaran, pada tahun 2015, dari 23 sistem besar kelistrikan yang dikelola PLN, 11 diantaranya masih berada di zona merah alias mengalami defisit.

Namun, defisit tersebut sudah tertangani sejak tahun 2017. "Saat itu PLN fokus bagaimana mengatasi defisit, sekarang reserve margin dan keandalan sudah lebih baik," kata Darmawan dalam rapat koordinasi kesiapan PLN melistriki Kamis KEK, KI, DPP dan SKPT, Kamis (6/2).

Dengan begitu, Darmawan mengatakan bahwa PLN pun mengubah strategi dari yang berbasis pasokan (supply driven strategy) menjadi berbasis permintaan (demand driven strategy). Alhasil, PLN tengah menjaring potensi pelanggan baru untuk menyerap listrik yang dihasilkan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Bisnis Regional Sulawesi & Kalimantan Syamsul Huda mengungkapkan, surplus listrik PLN berada di kisaran 30%. "Sekarang surplus macem-macem, ada yang masih di bawah 30%, 30% dan di atas 30%. Tugas PLN berikutnya bagaimana bisa menjual (listrik)," ujarnya.

Baca Juga: ESDM targetkan penambahan transmisi hingga 19.069 kilometer sirkuit hingga 2024


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×