kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Shell hengkang, Inpex optimistis proyek Masela tetap berlanjut


Rabu, 08 Juli 2020 / 14:18 WIB
ILUSTRASI. Peta blok Masela


Reporter: Filemon Agung | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen Inpex meyakini proyek Masela dapat tetap berlanjut kendati tengah diterpa kabar hengkangnya Royal Dutch Shell pemilik 35% hak partisipasi blok tersebut.

Act. Corporate Communication Manager Inpex Masela Moch N. Kurniawan mengatakan, saat ini Inpex fokus untuk rencana pengembangan proyek LNG Abadi, Masela.

"Sebagai operator proyek LNG Abadi dan dengan dukungan Pemerintah Indonesia, kami yakin bahwa proyek ini akan terus berlanjut dan kami secara aktif bekerja melaksanakan plan of development (POD) yang disetujui Pemerintah Indonesia," terang Kurniawan kepada Kontan.co.id, Rabu (8/7).

Baca Juga: SKK Migas: Pengalihan hak partisipasi Shell harus dengan persetujuan menteri ESDM

Kendati demikian, Kurniawan belum mau merinci seputar kelanjutan diskusi antara Shell dan Inpex.

Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut rencana pengalihan hak partisipasi oleh Royal Dutch Shell tetap harus mendapatkan persetujuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menuturkan, pemerintah tidak ikut campur dalam diskusi kedua belah pihak namun SKK Migas tetap mengawal demi memastikan diskusi tersebut tidak menghambat pelaksanaan proyek Blok Masela.

"Semua pengalihan participating interest (PI) harus dengan persetujuan Menteri ESDM. Soal valuasi dan segala diskusi bisnis antar investor ya kita tidak terlibat sama sekali," terang Julius kepada Kontan.co.id, Selasa (7/7).

Ia menambahkan, Shell tidak mengungkapkan alasan lain soal keputusan melepas PI di Blok Masela. Shell hanya menampaikan kondisi arus kas yang tertekan jadi alasan utama pengambilan keputusan tersebut.

Baca Juga: Royal Dutch Shell Cabut dari Masela, Mitsui Mau Hengkang dari PLTU Paiton, Ada Apa?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×