Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG menuntaskan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di Pabrik Tuban, Jawa Timur.
Proyek ini menjadi langkah strategis perusahaan untuk memperkuat ekspansi pasar global di tengah tekanan kelebihan pasokan (overcapacity) di dalam negeri.
Penyelesaian proyek ditandai dengan diterbitkannya Taking Over Certificate (TOC), yang menyatakan bahwa seluruh pekerjaan, infrastruktur, dan sistem telah memenuhi standar teknis, keselamatan, serta siap beroperasi.
Dengan nilai investasi mencapai Rp 1,4 triliun, proyek ini menjadi tonggak penting dalam transformasi bisnis SIG.
Baca Juga: Solusi Bangun Garap Proyek Dermaga dan Produksi di Pabrik Tuban, Investasi Rp 1,4 T
Pengembangan fasilitas di Tuban difokuskan untuk memenuhi kebutuhan ekspor semen tipe khusus berstandar internasional.
Sejumlah peningkatan dilakukan, mulai dari kapasitas dermaga yang naik dari 15.000 DWT menjadi 50.000 DWT, pembangunan jetty trestle dan jetty platform baru, hingga pengadaan ship loader berkapasitas 1.000 ton per jam untuk mempercepat proses bongkar muat.
Selain itu, SIG juga membangun sistem logistik terintegrasi berupa tube conveyor sepanjang 4,1 kilometer, serta fasilitas penyimpanan modern yang mencakup blending silo berkapasitas 8.000 ton, clinker silo 15.000 ton, dan dua cement silo masing-masing 18.000 ton.
Dengan dukungan infrastruktur tersebut, fasilitas ini mampu menopang kapasitas ekspor hingga 1 juta ton semen per tahun. Hal ini sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi dan memperkuat keandalan rantai pasok global SIG.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menegaskan bahwa rampungnya proyek ini menjadi langkah penting untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan.
Baca Juga: Wapres Gibran Tinjau Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi SMGR di Tuban
"Proyek ini memperkuat ekspansi ekspor sekaligus meningkatkan utilisasi pabrik di tengah perlambatan pasar domestik," ujarnya dalam siaran pers, Minggu (3/5/2026).
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara SIG melalui PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dengan Taiheiyo Cement Corporation, serta melibatkan PT Hutama Karya sebagai kontraktor.
Sinergi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing industri semen nasional di pasar global.
Dengan kesiapan fasilitas dan dukungan mitra internasional, SIG optimistis ekspor akan menjadi sumber pertumbuhan baru, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri konstruksi dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













