kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45933,41   5,06   0.54%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Simak Prospek Menthobi (MKTR) Setelah Berhasil Mengakuisisi KSO


Sabtu, 30 Desember 2023 / 21:48 WIB
 Simak Prospek Menthobi (MKTR) Setelah Berhasil Mengakuisisi KSO
ILUSTRASI. RUPS PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR).


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR)  diperkirakan akan tumbuh double tahun 2024 sebagai dampak dari akuisisi yang dilakukan perseroan terhadap PT Khatulistiwa Sinergi Omnidaya (KSO) pada September 2023.

Tahun ini, aksi korporasi itu sudah mulai berkontribusi terhadap kinerja keuangannya perseroan. KSO merupakan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan kapasitas 30 ton per jam (TPH) berlokasi di Lamandau, Kalimantan Tengah.

Kontribusi KSO untuk setahun penuh diperkirakan bisa mencapai hampir 36.000 ton atau menyumbang setidaknya Rp 441,5 miliar terhadap total pendapatan MKTR.

Direktur Utama MKTR, Harry M. Nadir, menjelaskan selain tambahan produksi dan penjualan CPO, kehadiran KSO juga meningkatkan produksi Palm Kernel (PK) yang berpotensi melesat sebesar 102% dari semula 7.332 ton pada 2022 menjadi 14.804 ton pada 2023.

Ia bilang, kepemilikan KSO yang langsung terkonsolidasi terhadap total kapasitas produksi dan penjualan pada 2023 merupakan wujud nyata bahwa orientasi pertumbuhan MKTR terletak pada kreatifitas dan inovasi. Bukan pada kompetisi memperbesar kepemilikan dan akuisisi lahan perkebunan. 

Baca Juga: Menthobi Karyatama Raya (MKTR) Proyeksikan Penjualan Tahun Ini Capai Rp 986,9 Miliar

”Fokus kami menitikberatkan pada penciptaan new revenue stream atau kreasi sumber pendapatan baru,” kata dia dalam keterangan resminya, Jumat (29/12).

Selain itu, pada penghujung tahun 2023, MKTR juga sudah memasuki proses penyelesaian pabrik Palm Kernel Oil yaitu Kernel Crushing Plant (KCP). Kapasitas produksi terbaru ini akan efektif beroperasi Februari 2024.

Harry mengatakan, Kapasitas produksi KCP mencapai 60 ton per hari sehingga nantinya akan menghasilkan 8.208 ton Palm Kernel Oil (PKO) dan 9.430 ton Kernel Cake,” ucap Harry. Adapun potensi kontribusi KCP terhadap pendapatan MKTR bisa mencapai lebih dari Rp100 miliar pada 2024.

Profitabilitas MKTR juga akan meningkat seiring dengan hasil penjualan Crude Palm Kernel Oil (CPKO). CPKO diperoleh dari Kernel atau biji buah sawit yang merupakan sisa hasil pengolahan CPO. 

Kernel ini merupakan bahan baku utama yang diproses pada KCP untuk menghasilkan CPKO yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. CPKO pada umumnya dibutuhkan untuk bahan baku barang kebutuhan harian seperti sabun, sampo, deterjen, olahan cokelat, dan banyak lainnya.

Analis Pasar Modal sekaligus Pendiri WH Project, William Hartanto mengatakan sentimen positif dari aksi akuisisi itu untuk jangka panjang. "Karena peningkatan aset dan lain lain secara fundamental bagus,” ujarnya. 

Baca Juga: Cisadane Sawit Raya (CSRA) Targetkan Produksi CPO Hingga 60 Ribu Ton pada Tahun 2024

William melihat kontribusi langsung kepemilikan KSO terhadap tambahan pendapatan MKTR pada tahun 2023 cukup signifikan. 

Menurutnya, MKTR berpotensi mencatatkan kontribusi KSO pada sepanjang empat bulan di akhir tahun ini bisa lebih dari Rp 230 miliar terhadap pendapatan perseroan. Sebab kapasitas produksi KSO sejak diakuisisi MKTR meningkat menjadi rata-rata utilisasi 95% dibanding rata-rata 80% pada setiap bulannya saat sebelum diakuisisi.

Adapun kontribusi penuh dari KSO terhadap pendapatan MKTR akan terealisasi pada tahun berikutnya. Pada 2024, MKTR berpotensi merealisasikan produksi CPO sebesar lebih dari 81.000 ton. Potensi pendapatan bisa mencapai sedikitnya Rp 1,2 triliun atau meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan estimasi Rp750 miliar sampai dengan Rp800 miliar pendapatan pada 2023.

William menambahkan, dampak positif dari aksi korporasi berupa akuisisi dalam rangka meningkatkan skala bisnis seperti dilakukan MKTR adalah penguatan fundamental bisnis. Hal tersebut akan berkorelasi langsung terhadap pergerakan harga sahamnya. ”Untuk pergerakan sahamnya, biasanya  investor akan melihat fundamentalnya juga,” terusnya.

Secara umum William merekomendasikan Buy saham industri perkebunan sawit seperti MKTR untuk jangka panjang. Salah satu sentimen positif bagi industri adalah kebijakan B35 atau biosolar dengan kadar minyak sawit sebesar 35%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×