kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

SKK Migas: Sumur BKT-061 Pertamina EP Capai Uji Produksi 2.765 BOPD


Jumat, 30 Oktober 2026 / 15:45 WIB
SKK Migas: Sumur BKT-061 Pertamina EP Capai Uji Produksi 2.765 BOPD
ILUSTRASI. PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 mencatatkan lonjakan hasil uji produksi pada kegiatan pengeboran sumur pengembangan BKT-061 di Sumatra Selatan. ? (Dok/PT Pertamina EP (PEP))


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina EP Asset 2 (PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4) mencatatkan lonjakan hasil uji produksi pada kegiatan pengeboran sumur pengembangan BKT-061 di Sumatra Selatan. 

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto mencatat hasil awal produksi lapangan ini melampaui target awal secara signifikan.

Adapun tajak lokasi pengeboran BKT-AW2 menjadi sumur BKT-061 di mulai pada 26 September 2026.

"Per tanggal 29 Oktober 2026 telah berhasil melakukan uji produksi dengan hasil sementara mencapai 2.765 BOPD atau 2194% dari target inisial produksi sebesar 126 BOPD serta memberikan kontribusi tambahan produksi gas sebesar 2.84 MMSCFD," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (30/10/2026).

Baca Juga: Rupiah Melemah, Industri Mamin Hadapi Tekanan Biaya Bahan Baku Impor

Djoko memaparkan aliran minyak dan gas dari kegiatan pengeboran sumur ini mengalir secara alami berkat kondisi tekanan reservoir yang memadai. 

"Produksi yang dihasilkan mengalir secara natural Open Flow yang berasal dari lapisan TAF Layer M3 dengan tekanan reservoir yang baik. Lokasi pengeboran ini terletak di Struktur Benakat Timur, Field Pendopo, di sebelah Barat Laut Kota Prabumulih, Sumatera Selatan," tuturnya.

Selain capaian teknis produksi, Djoko mengungkapkan, kegiatan operasional hulu migas pada sumur tersebut dilaporkan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja. 

Menurutnya, kinerja operasional lapangan berjalan aman tanpa hambatan kecelakaan kerja sejak fase awal pengeboran dilaksanakan oleh operator.

Baca Juga: Smelter China Mau Pangkas Produksi Nikel, FINI: Imbas Permintaan EV Melambat

Lebih lanjut, Djoko menambahkan, pengerjaan sumur dilakukan menggunakan teknologi pengeboran terarah dan diselesaikan lebih cepat dari jadwal semula. 

"Pelaksanaan operasi di Sumur BKT-061 (BKT-AW2) tercatat telah membukukan total safe man hours sebesar 53.256 jam sejak pertama kali tajak, dengan tetap mengutamakan komitmen terhadap aspek HSSE dan Operational Excellent. Sumur ini dibor secara Directional J-type menggunakan Rig TMMJ #05 hingga kedalaman akhir di 1450 mMD/1396.03 mTVD, dalam total waktu 33 hari dari program 36 hari untuk fase pengeboran dan uji produksi hingga tanggal 29 Oktober 2026," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×