kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

SKK Migas Ungkap Lima Proyek LPG, Dua Pabrik Kapasitas 193 Ton Beroperasi Bulan Ini


Rabu, 08 April 2026 / 19:02 WIB
SKK Migas Ungkap Lima Proyek LPG, Dua Pabrik Kapasitas 193 Ton Beroperasi Bulan Ini
ILUSTRASI. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto (KONTAN/Sabrina Rhamadanty)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berupaya memacu produksi dan mengamankan pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di dalam negeri.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan terdapat lima proyek fasilitas LPG yang diproyeksikan akan beroperasi (onstream) pada tahun 2026 - 2027.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan bahwa dua pabrik LPG ditargetkan bisa beroperasi pada akhir bulan April ini. Kedua pabrik tersebut adalah LPG Plant Cilamaya dan LPG Plant Tuban.

Djoko merinci, LPG Plant Cilamaya (PT Energi Nusantara Perkasa) memiliki forecast produksi sebanyak 163 metrik ton per hari (MT/D) dengan kondesat 1.891 Barrels of Oil Per Day (BOPD). Progres pembangunan LPG Plant Cilamaya sudah mencapai 92,9%.

Baca Juga: KPPI Mulai Penyelidikan Perpanjangan TPP Produk Impor Evaporator

Sementara itu, LPG Plant Tuban (PT Sumber Aneka Gas) memiliki forecast produksi 30 MT/D dengan kondesat 348 BOPD. Progres proyek ini sedang melakukan commissioning fasilitas. 

"Mudah-mudahan di bulan April ini kita akan meresmikan pabrik. Untuk yang bulan April kira-kira (dua pabrik dengan total kapasitas) sekitar 200 metrik ton bisa diresmikan," ungkap Djoko dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR-RI, Rabu (8/4/2026).

Proyek pabrik LPG ketiga berada di Jambi Merang. Rencana produksi LPG Plant Jambi Merang mencapai 320 MT/D dengan kondesat sekitar 3.712 BOPD. Pabrik ini direncanakan akan onstream pada kuartal II-2027. 

Proyek berikutnya adalah LPG Plant Senoro, dengan forecast produksi 54 MT/D dan kondensat 626 BOPD. Rencana pabrik ini akan onstream pada tahun 2027. Progres LPG Plant Senoro masih dalam proses pembangunan flare gas recovery yang akan onstream pada kuartal II-2026.

Selain itu, SKK Migas juga mencatat rencana peningkatan kapasitas LPG Plant Jawa Timur (PT ARSynergy). Perluasan pabrik ini memiliki forecast produksi sebanyak 50 MT/D dengan 580 BOPD kondensat.

Baca Juga: Harga Plastik Naik, Industri Mulai Adaptasi Tekanan Rantai Pasok Global

Progres LPG Plant Jawa Timur masih dalam proses evaluasi skema dan proses komersialisasi, dengan rencana onstream pada tahun 2027. Menurut Djoko, Presiden Prabowo Subianto siap untuk meresmikan pabrik-pabrik LPG tersebut. "InsyaAllah Bapak Presiden juga direncanakan untuk meresmikan pabrik-pabrik LPG ini," imbuhnya.

Selain memacu produksi dari fasilitas di dalam negeri, pemerintah juga berupaya mengamankan pasokan LPG secara impor. Djoko mengatakan bahwa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah mendapatkan komitmen dari Duta Besar Jepang untuk menambah pasokan LPG.

Hanya saja, Djoko tidak merinci volume tambahan pasokan LPG tersebut. "Tadi jam 12.30 (siang ini) kami mendampingi Bapak Menteri (ESDM) menerima duta besar Jepang, bahwa Jepang berkomitmen untuk menambah supply LPG kita, yang diproduksi oleh Inpex di Australi," tandas Djoko.

Selain soal LPG, pada forum yang sama Djoko juga mengungkapkan bahwa seluruh produksi minyak bumi bagian Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) akan dijual dan diolah di kilang dalam negeri. Adapun, per 31 Maret 2026, Indonesia memiliki dead stock sebanyak 2,56 juta barel dan 430.000 barel untuk minyak siap lifting. "Yang 2,56 juta barel ini kami upayakan bisa di-lifting untuk bulan-bulan berikutnya," ujar Djoko.

Volume produksi minyak termasuk kondesat dan Natural Gas Liquids (NGL) pada Januari tercatat sebesar 528.108 BOPD. Kemudian naik menjadi 590.627 BOPD pada Februari, dan naik lagi ke level 599.862 BOPD pada Maret 2026.

Sedangkan untuk produksi gas, realisasi pada Januari tercatat sebanyak 6.459 MMSCFD. Meningkat menjadi 6.669 MMSCFD pada Februari, dan mendaki ke 6.675 MMSCFD pada bulan Maret 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×