kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.024.000   -25.000   -0,82%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Skytrax Pangkas Peringkat Garuda Indonesia dari Bintang 5 ke 4, Ini Penjelasan GIAA


Sabtu, 07 Maret 2026 / 04:15 WIB
Skytrax Pangkas Peringkat Garuda Indonesia dari Bintang 5 ke 4, Ini Penjelasan GIAA


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sertifikasi maskapai nasional PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dipangkas oleh Skytrax, lembaga pemeringkat maskapai internasional. Pemeringkatan yang dirilis Skytrax ini merupakan salah satu referensi bagi pelanggan dalam menilai kualitas layanan maskapai. 

Kini, Garuda Indonesia menyandang bintang 4 dari semula maskapai bintang 5.  Menurut Skytrax dalam situs resminya menjelaskan, penilaian dihitung berdasarkan kualitas produk di bandara dan di pesawat serta layanan staf. Penilaian produk juga dilihat dari kursi, fasilitas, makanan & minuman, sistem hiburan dalam pesawat (IFE), kebersihan, dan lain-lain, sementara penilaian layanan mencakup staf kabin maupun staf darat.

Skytrax menjelaskan penurunan ini di tengah restrukturisasi. Banyak fasilitas onboard serta layanan di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, dan Bandara Ngurah Rai, Denpasar sudah cukup tua dan membutuhkan pembaruan atau modernisasi, sehingga rating maskapai turun menjadi bintang 4.

Baca Juga: Bahlil Klarifikasi Stok BBM Tinggal 20 Hari, Pemerintah Pastikan Pasokan Aman

Meski demikian, standar pelayanan staf tetap dianggap baik. Penurunan peringkat ini lebih disebabkan oleh standar produk yang menurun dalam beberapa tahun terakhir, sehingga tidak bisa mempertahankan status bintang 5.

Garuda Indonesia dalam keterbukaan informasi di BEI menjelaskan penurunan pemeringkatan tersebut tidak memiliki dampak material terhadap kondisi keuangan perusahaan. "Tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional maupun aktivitas bisnis perusahaan," jelas Vice President Garuda Indonesia, Andreas Tumpal H Hutapea dalam keterbukaan informasi di BEI pada Jumat (6/3/2026). 

Saham GIAA turun 1,27% di level Rp 78 per saham pada Jumat (6/3/2026). Sementara dalam lima hari saham GIAA turun 3,7%. 

Manajemen emiten berkode saham GIAA mengaku pihaknya tengah menjalankan berbagai pembenahan mendasar melalui penyusunan roadmap peningkatan layanan secara menyeluruh yang mencakup perbaikan dan penyegaran terhadap sejumlah touch point perjalanan penumpang. 

Ke depan, Garuda Indonesia akan terus mengoptimalkan positioning sebagai maskapai full service carrier yang mengedepankan konsep Indonesian Hospitality melalui penguatan kualitas layanan, inovasi produk, serta peningkatan pengalaman pelanggan di berbagai titik layanan.

"Upaya tersebut diselaraskan dengan langkah penguatan presensi brand Garuda Indonesia sebagai salah satu key player industri penerbangan nasional," ujar Andreas. 

Dengan dukungan dan kepercayaan yang terus diberikan oleh para pemangku kepentingan, Garuda Indonesia optimistis proses transformasi layanan yang tengah dijalankan akan semakin memperkuat daya saing sekaligus menghadirkan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pengguna jasa dan industri penerbangan nasional. 

Baca Juga: Di Tengah Tekanan Daya Beli, MAP Active (MAPA) Tawarkan Produk Hoka dan Converse

Langkah lain yang akan dilakukan Garuda Indonesia akan meningkatkan kualitas layanan kabin dan pengalaman penerbangan, penyegaran layanan ground service di bandara, lounge revamp, pengembangan layanan digital dan inflight service, hingga penyempurnaan berbagai elemen layanan lainnya.

Perusahaan ini memproyeksikan tahun 2026 sebagai momentum percepatan transformasi fundamen lini layanan maskapai, seiring dengan langkah konsolidasi berkelanjutan yang dijalankan untuk memperkuat kinerja operasional sekaligus dalam upaya meningkatkan kualitas pengalaman perjalanan bagi penumpang.

Transformasi layanan tersebut dilaksanakan secara bertahap dan terukur, dengan penguatan landasan tata kelola layanan sebagai salah satu fokus utama dalam agenda transformasi kinerja di 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×