kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Smelter FeNi dan NPI bakal dibatasi, Kementerian ESDM susun peta hulu hingga hilir


Minggu, 27 Juni 2021 / 17:45 WIB
ILUSTRASI. Foto udara pabrik pengolahan nikel milik PT Aneka Tambang Tbk di Kecamatan Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (24/8/2020). ANTARA FOTO/Jojon/wsj.


Reporter: Filemon Agung | Editor: Tendi Mahadi

Mulyanto melanjutkan, selain opsi pembatasan smelter FeNi dan NPI juga ada opsi untuk peningkatan kelas smelter dari smelter kelas 2 menjadi smelter kelas 1.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno mengungkapkan pertimbangan pembatasan pembangunan pabrik FeNi dan NPI didasarkan pada ketahanan cadangan bijih yang rendah dan tidak adanya peningkatan nilai tambah.

Selain itu, pembatasan juga berpotensi dilakukan untuk kegiatan ekspor produk FeNi dan NPI.

"Memang pembangunan pabrik nikel kelas 2 dan ekspornya perlu dibatasi karena ketahanan cadangan bijih mereka rendah dan untuk antisipasi smelter yang hanya sekedar ekspor FeNi atau NPI tanpa mengolah lebih lanjut," ujar Eddy ketika dihubungi Kontan.co.id, Minggu (27/6).

Selanjutnya: Industri keramik di Jawa Timur mengeluhkan belum dapat gas murah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×