kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Smelter hasil kongsi China mulai beroperasi


Rabu, 03 Juni 2015 / 12:06 WIB
ILUSTRASI. Layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia.


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Bintang Delapan Group, melalui perusahaan patungan dengan perusahaan asal China Dingxin Group, yakni PT Sulawesi Mining Investment (SMI) menyelesaikan pembangunan pabrik pemurnian atawa smelter nickel pig iron (NPI).

Perusahaan ini telah menyiapkan tiga tahapan investasi mereka. Pertama, US$ 635,57 juta membangun smelter nickel pig iron (NPI) berkapasitas 300.000 ton per tahun, di Morowali, Sulawesi Tenggara dan membangun PLTU 2x65 megawatt. Saat ini smelter NPI tersebut dan PLTU itu sudah beroperasi.

Kedua, investasi sebesar US$ 1,04 miliar untuk menambah memproduksi NPI sebesar 600.000 ton per tahun dan akan membangun lagi PLTU berkapasitas 2x150 MW. Investasi kedua diperkirakan selesai Desember 2015.

Ketiga, investasi sebesar US$ 820 juta, digunakan untuk menambah kapasitas sebesar 300.000 ton NPI per tahun. Selain itu mereka juga akan membuat PLTU dengan kapasitas 300 MW. Proyek ini diperkirakan selesai 2017, sehingga total kapasitas produksi SMI sebesar 1,2 juta ton NPI per tahun, dengan PLTU dengan kapasitas total 730 MW.

Alexander Barus, Presiden Direktur SMI bilang, secara bersamaan SMI akan mengembangkan industri stainless steel berkapasitas 2 juta ton. Pabrik ini ditargetkan rampung akhir 2017 dan bereng pembangunan industri Stainless Steel Cold Rolled Coils (CRC) dengan kapasitas 600.000 ton per tahun.

Tak hanya itu mereka ingin membangun industri Stainless Steel Hot Rolled Coils (HRC).  "Industri-industri turunan itu membutuhkan suplier dan tenaga kerja," ujarnya saat meresmikan pabrik ini, Jumat pekan lalu.

Saleh Husin, Menteri Perindustrian Jumat (29/4) menyatakan, proyek smelter NPI di Morowali, Sulawesi Tenggara tersebut menjadi contoh realisasi kebijakan pemerintah untuk hilirisasi mineral.

Hingga kini belum jelas siapa pemilik Bintang Delapan Grup. Hanya catatan KONTAN, mantan Komandan Korps Pasukan Khusus (Kopasus) TNI AD Sintong Panjaitan pernah jadi Presiden Komisaris Bintang Delapan Group pada 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×