kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Sriwijaya Air Batalkan Sejumlah Penerbangan, Ratusan Penumpang Telantar


Jumat, 08 November 2019 / 13:51 WIB

Sriwijaya Air Batalkan Sejumlah Penerbangan, Ratusan Penumpang Telantar
ILUSTRASI. Sejumlah penumpang menaiki pesawat yang akan membawa mereka menuju Jakarta di Bandara Silangit, Tapanuli, Sumatra Utara, Rabu (27/4).

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Sejumlah penerbangan Sriwijaya Air dibatalkan tanpa alasan yang jelas. Pembatalan ini membuat calon penumpang Sriwijaya Air terlantar, Kamis (7/11).

Dari pantauan Kompas.com di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, penumpang yang sudah berada di ruang tunggu berkerumun di depan meja petugas untuk mendapatkan kejelasan.

Baca Juga: Banyak penerbangan dibatalkan, Kemhub pelototi Sriwijaya Air

Kursi di ruang tunggu juga tampak penuh karena menumpuknya penumpang. Di antara mereka, ada yang memilih duduk-duduk di lorong menuju ruang tunggu. Krisna (78) mengaku sudah dari pukul 06.15 WIB berada di Bandara Soekarno-Hatta.

Dia mendapat jadwal penerbangan pukul 07.00 WIB tujuan Lampung. "Saya dikasih tahu anak saya penerbangan pukul 09.15, tapi dia telepon lagi kalau pesawatnya jadi jam 7. Saya jalan setengah 5 dari Pasar Minggu, sampai sekarang (belum berangkat)," ujar pensiunan dosen tersebut.

Baca Juga: Sejumlah penerbangan Sriwijaya Air dibatalkan, Kemenhub angkat bicara

Krisna mengaku tak mendapat jawaban pasti dari petugas perihal dibatalkannya penerbangannya tersebut. Oleh petugas, ia diminta tetap menunggu karena ada pesawat dari rute lain yang akan dialihkan ke Lampung.

"Tidak pernah ada jawaban yang pasti. Kami tanya pasti enggak? Jawabnya mudah-mudahan. Ada pesawat dari Yogya-lah, Lubuk Linggau (diteruskan ke Lampung) tapi belum," kata Krisna.

Saat penerbangannya ditunda, kata dia, petugas hanya memberinya makanan dan air mineral. Setelah lima jam lebih, dia pun mendapatkan kompensasi sebesar Rp 300.000 yang baru bisa diambil seminggu setelahnya.

Baca Juga: Putus nyambung Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air dinilai akibat konflik kepentingan


Sumber : Kompas.com
Editor: Noverius Laoli

Video Pilihan


Close [X]
×