kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.840.000   -44.000   -1,53%
  • USD/IDR 17.174   -32,00   -0,19%
  • IDX 7.594   -39,89   -0,52%
  • KOMPAS100 1.050   -4,57   -0,43%
  • LQ45 756   -3,02   -0,40%
  • ISSI 275   -1,90   -0,69%
  • IDX30 401   -1,97   -0,49%
  • IDXHIDIV20 490   -0,83   -0,17%
  • IDX80 118   -0,43   -0,36%
  • IDXV30 138   -1,24   -0,89%
  • IDXQ30 129   -0,39   -0,30%

Staffinc Tangkap Pergeseran Kebutuhan Tenaga Kerja, Fokus Perkuat Kualitas & AI


Senin, 20 April 2026 / 22:29 WIB
Staffinc Tangkap Pergeseran Kebutuhan Tenaga Kerja, Fokus Perkuat Kualitas & AI
ILUSTRASI. Chief Commercial Officer Staffinc, Margana Mohamad (Dok./Staffinc)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

​KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perusahaan penyedia solusi ketenagakerjaan, Staffinc mencatat adanya pergeseran signifikan dalam kebutuhan tenaga kerja lintas industri sepanjang 2025 hingga awal 2026.

Tren ini ditandai dengan meningkatnya tuntutan terhadap kualitas, kesiapan, dan kontribusi langsung tenaga kerja terhadap kinerja bisnis.

Baca Juga: NHM Dorong Adopsi AI di Industri Tambang, Tekankan Keseimbangan Profit dan Lingkungan

Penguatan kapabilitas di sektor fast-moving consumer goods (FMCG) menjadi salah satu indikator utama perubahan tersebut.

Dunia usaha kini tidak lagi hanya membutuhkan tenaga kerja yang “siap pakai”, tetapi juga yang mampu mendorong produktivitas dan hasil secara nyata.

Fenomena ini sejalan dengan laporan World Economic Forum berjudul “The Future of Jobs Report 2023” yang menyebutkan sekitar 44% keterampilan pekerja perlu diperbarui dalam beberapa tahun ke depan.

Hal ini mendorong perusahaan untuk lebih fokus pada tenaga kerja yang adaptif, produktif, dan relevan dengan kebutuhan bisnis yang terus berkembang.

Selain itu, kompleksitas operasional mulai dari distribusi multi-channel hingga tuntutan kecepatan layanan membuat perusahaan membutuhkan visibilitas yang lebih kuat terhadap performa tenaga kerja di lapangan.

Baca Juga: Kembangkan Mobil Listrik di China, Audi Perkenalkan The New Audi S3 di Indonesia

Strategi Staffinc di 2026

Menjawab tantangan tersebut, Staffinc menyiapkan sejumlah fokus strategis untuk 2026. Mulai dari penguatan sistem pengukuran kinerja tenaga kerja hingga integrasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam proses rekrutmen.

Hal ini disampaikan dalam acara buka bersama yang digelar di The Ritz-Carlton Jakarta pada Maret lalu, yang dihadiri lebih dari 200 mitra industri, termasuk PT HM Sampoerna Tbk, LG, dan Coca-Cola Europacific Partners.

Chief Commercial Officer Staffinc Margana Mohamad menilai, masih banyak perusahaan yang melihat tenaga kerja sebatas kebutuhan operasional.

“Padahal di lapangan, mereka adalah faktor penentu eksekusi yang berdampak langsung pada hasil bisnis. Tantangannya kini bukan hanya ketersediaan tenaga kerja, tetapi bagaimana memastikan kualitas dan konsistensi kinerja,” ujarnya.

Baca Juga: Alvalab Rilis 5 Layanan Uji Berbasis Teknologi, Sasar Industri Pertanian

Andalkan AI untuk Rekrutmen

Sebagai bagian dari transformasi, Staffinc mengembangkan sistem AI Interviewer, teknologi berbasis AI untuk meningkatkan efisiensi dan konsistensi proses seleksi kandidat.

Melalui sistem ini, kapasitas wawancara meningkat signifikan. Jika secara konvensional seorang recruiter hanya mampu mewawancarai 5–10 kandidat per hari, teknologi ini memungkinkan proses seleksi dilakukan terhadap ratusan hingga ribuan kandidat dalam sehari.

Pendekatan ini diharapkan mampu membantu perusahaan mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja secara lebih presisi sekaligus mengurangi potensi hambatan operasional.

Baca Juga: Harga Bahan Baku Diapers Fluktuatif, APKI Soroti Risiko Gangguan Pasokan

Perkuat Kolaborasi Industri

Ke depan, Staffinc juga akan memperkuat kolaborasi dengan mitra industri melalui berbagai program engagement sepanjang 2026, seperti diskusi lintas sektor, sesi komunitas, hingga forum kepemimpinan.

Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, perusahaan juga berencana meluncurkan Staffinc Industry Center pada kuartal II-2026.

Fasilitas ini akan menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku industri untuk berbagi insight, mendiskusikan tantangan operasional, serta mengembangkan strategi baru dalam pengelolaan tenaga kerja.

Melalui berbagai langkah ini, Staffinc menegaskan posisinya tidak hanya sebagai penyedia tenaga kerja, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih terintegrasi, berbasis data, dan berorientasi pada kinerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×