Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) menyoroti tekanan yang tengah dihadapi industri diapers nasional akibat lonjakan harga bahan baku yang sangat fluktuatif serta ketidakpastian pasokan. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu stabilitas rantai pasok industri produk higienis dan kebutuhan dasar masyarakat.
Direktur Komite Diapers APKI, Oto Gunasis mengatakan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, pelaku industri melaporkan kenaikan harga bahan baku yang terjadi sangat cepat, bahkan berubah dalam hitungan jam. Pada saat yang sama, sebagian pemasok juga menghadapi kendala ketersediaan bahan baku, sehingga menambah tekanan terhadap proses produksi dan perencanaan bisnis.
Situasi tersebut turut dipengaruhi dinamika global, termasuk meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia. Dampaknya terasa langsung pada bahan baku berbasis petrokimia seperti nafta dan polypropylene, yang merupakan komponen penting dalam produksi diapers.
Dalam sejumlah kasus, kenaikan harga bahan baku dilaporkan mencapai 90% hingga 100%, sehingga memberikan tekanan signifikan terhadap struktur biaya industri. Secara keseluruhan, lonjakan biaya ini telah mendorong kenaikan harga produk di kisaran 20% hingga 30%, dan berpotensi terus meningkat seiring ketidakpastian pasokan serta volatilitas harga yang sangat tinggi.
Baca Juga: Harga BBM dan Bahan Baku Naik, Ancaman Deindustrialisasi Dini Mengintai
APKI menilai kondisi ini tidak lagi dapat dipandang sebagai fluktuasi normal, melainkan memerlukan perhatian serius dan respons cepat dari seluruh pemangku kepentingan.
“Perubahan harga bahan baku yang sangat cepat membuat perhitungan biaya produksi menjadi tidak stabil. Industri perlu melakukan penyesuaian secara realistis dan terukur agar tidak mengalami tekanan yang lebih dalam,” ujar Oto dalam keterangannya, Senin (20/4).
Sejumlah perusahaan disebut telah mengambil langkah penyesuaian, antara lain melalui kenaikan harga produk secara bertahap dan evaluasi program promosi, guna menjaga kesinambungan operasional. Namun, APKI menilai langkah parsial tidak akan cukup jika tidak diiringi koordinasi yang lebih kuat di tingkat industri.
“Kenaikan harga bahan baku secara menyeluruh telah memberi tekanan pada seluruh rantai nilai industri, mulai dari produsen bahan baku hingga produsen produk akhir. Dalam kondisi ini, tekanan biaya berpotensi mendorong penyesuaian harga jual diapers di pasar, yang pada akhirnya dapat berdampak pada daya beli masyarakat,” tambah Oto.
Baca Juga: Ancaman PHK 9.000 Pekerja Mengintai, Industri Padat Karya Kian Terjepit
Dalam situasi saat ini, APKI mendorong perusahaan, khususnya pada level pengambil keputusan strategis, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur biaya, efisiensi operasional, serta strategi harga.
Langkah penyesuaian yang tepat, proporsional, dan berbasis perhitungan matang dinilai penting agar industri tetap bertahan di tengah tekanan biaya yang tinggi, sekaligus menjaga ketersediaan produk bagi masyarakat.













