kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Strategi Kemenperin tingkatkan daya saing IKM


Senin, 10 Juli 2017 / 17:37 WIB


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Industri kecil di sektor makanan dan minuman lokal masih belum siap bertarung di kancah internasional. Direktur Jenderal Industri Kecil Menegah Kementerian Perindustrian (Dirjen IKM Kemenperin), Gati Wibawaningsih mengatakan, kualitas kemasan produk IKM lokal masih perlu ditingkatkan lagi agar bisa bersaing dengan negara lain, 

Bahkan menurut Gati, produk dalam negeri masih kalah dengan Malaysia. Namun soal rasa, Gati percaya akan kekuatan kuliner Indonesia. "Kalau makan mochi buatan Jepang dengan mochi buatan Ciamis, kalah mochinya Jepang," tutur Gati pada acara halal bihalal Kemenperin, Senin (10/7).

Selain kemasan, bahan baku juga menjadi kendala industri IKM lokal. Pelaku industri skala rumahan di sektor makanan di Indonesia masih mengimpor dari luar negeri. Hal ini akan menjadi momok dalam persaingan harga di pasar global.

Menghadapi tantangan-tantangan yang ada, Kemenperin akan fokus dalam pembinaan kemasan IKM untuk anggaran 2018. Nantinya akan dibangun rumah kemasan yang terintegrasi dari hilir hingga hulu. Setiap sumber daya manusia (SDM) IKM makanan nantinya diharapkan bmampu dan mengerti persoalan pengemasan. Karena saat ini menurut Gati hanya Jawa Timur yang telah mampu memiliki nilai saing di kemasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×