kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Strategi Kemenperin tingkatkan daya saing IKM


Senin, 10 Juli 2017 / 17:37 WIB


Reporter: Maizal Walfajri, Maizal Walfajri | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Industri kecil di sektor makanan dan minuman lokal masih belum siap bertarung di kancah internasional. Direktur Jenderal Industri Kecil Menegah Kementerian Perindustrian (Dirjen IKM Kemenperin), Gati Wibawaningsih mengatakan, kualitas kemasan produk IKM lokal masih perlu ditingkatkan lagi agar bisa bersaing dengan negara lain, 

Bahkan menurut Gati, produk dalam negeri masih kalah dengan Malaysia. Namun soal rasa, Gati percaya akan kekuatan kuliner Indonesia. "Kalau makan mochi buatan Jepang dengan mochi buatan Ciamis, kalah mochinya Jepang," tutur Gati pada acara halal bihalal Kemenperin, Senin (10/7).

Selain kemasan, bahan baku juga menjadi kendala industri IKM lokal. Pelaku industri skala rumahan di sektor makanan di Indonesia masih mengimpor dari luar negeri. Hal ini akan menjadi momok dalam persaingan harga di pasar global.

Menghadapi tantangan-tantangan yang ada, Kemenperin akan fokus dalam pembinaan kemasan IKM untuk anggaran 2018. Nantinya akan dibangun rumah kemasan yang terintegrasi dari hilir hingga hulu. Setiap sumber daya manusia (SDM) IKM makanan nantinya diharapkan bmampu dan mengerti persoalan pengemasan. Karena saat ini menurut Gati hanya Jawa Timur yang telah mampu memiliki nilai saing di kemasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×