kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Strategi Transcoal Pacific (TCPI): Optimalkan Armada, Bidik Peluang di Tahun 2026


Sabtu, 22 November 2025 / 07:02 WIB
Strategi Transcoal Pacific (TCPI): Optimalkan Armada, Bidik Peluang di Tahun 2026
ILUSTRASI. Transcoal Pacific (TCPI) siapkan ekspansi besar 2026: tambah 19 kapal, diversifikasi kargo, dan tingkatkan SDM.


Reporter: Rilanda Virasma | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) sudah menyiapkan sejumlah strategi guna menangkap peluang bisnis di tahun 2026. TCPI berencana lakukan ekspansi dengan menambah armada baru sekaligus memperluas kontrak angkutan laut.

Direktur Transcoal Pacific Anton Ramada Saragih mengatakan, TCPI akan mengoptimalkan utilisasi armada yang ada serta melakukan peremajaan kapal secara bertahap. Selain itu, TCPI menargetkan diversifikasi kargo, peningkatan kualitas layanan, dan penguatan kerja sama strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Kami juga akan melakukan peningkatan kualitas SDM secara sistematis dan pengembangan teknologi informasi digital,” ujar Anton dalam paparan publik daring, Jumat (21/11/2025).

Selama tahun 2025 berjalan, TCPI telah mendatangkan dua armada baru jenis barge dan pusher barge. Pada 2026, perseroan berencana menambah 19 unit lagi sesuai rencana ekspansi yang telah disusun sejak 2024.

Baca Juga: Strategi Mitsubishi di GJAW 2025: Destinator Jadi Andalan Keluarga

“Rencananya akan selesai sebanyak 19 unit kapal, 9 di antaranya adalah jenis kapal tug dan 8 adalah barge, dan 2 adalah pusher barge,” jelas Anton.

Penambahan ini merupakan bagian dari rencana jangka menengah perusahaan untuk menambah total 41 unit armada hingga 2027. Seluruh kontrak pengadaan kapal sudah ditandatangani TCPI.

Saat ini TCPI mengoperasikan 105 unit kapal yang terdiri dari tiga mother vessel, delapan pusher tug, enam pusher barge, 46 tug boat, 35 barge, tiga oil barge, tiga floating crane, dan satu floating terminal station.

TCPI saat ini mengelola 14 kontrak aktif yang mencakup jasa pengangkutan untuk komoditas batu bara, bijih nikel, bahan bakar minyak, hingga tambang batuan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

“Saat ini juga perseroan sedang melakukan tender untuk kontrak ramah lingkungan seperti nikel dan bauksit,” kata Anton. Namun, ia belum dapat memerinci nilai atau jangka waktu kontrak tersebut karena akan diumumkan melalui keterbukaan informasi.

Anton menegaskan, langkah ini sejalan dengan strategi diversifikasi komoditas menghadapi transisi energi global menuju material yang lebih berkelanjutan.

 

Hingga November 2025, TCPI telah menyerap belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 170,3 miliar dari total anggaran tahun ini yang mencapai Rp 545 miliar.

Ke depan, Anton menilai bisnis angkutan laut masih berada dalam jalur pertumbuhan positif. “Mengingat Indonesia adalah negara kepulauan dengan melimpah sumber daya alam yang membutuhkan pengangkutan laut yang efisien,” pungkasnya.

Selanjutnya: Kumpulan Promo Gokana Selama November 2025, Paket Makan Bareng Diskon Spesial

Menarik Dibaca: Kumpulan Promo Gokana Selama November 2025, Paket Makan Bareng Diskon Spesial

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×