kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.707   64,14   1,14%
  • KOMPAS100 737   9,26   1,27%
  • LQ45 560   7,18   1,30%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 318   3,32   1,06%
  • IDXHIDIV20 391   1,84   0,47%
  • IDX80 84   1,00   1,21%
  • IDXV30 107   -0,10   -0,09%
  • IDXQ30 103   0,73   0,71%

Sucofindo buka 2 lab CBM di Cibitung


Senin, 27 Agustus 2012 / 14:14 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah truk pengangkut batu bara melintasi jalan tambang batu bara di Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Rabu (7/7/2021). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj.


Reporter: Nur Ramdhansyah A |

JAKARTA. PT Sucofindo (Persero) membuka dua laboratorium untuk gas metana batubara alias coal bed methane (CBM) bergerak di Cibitung, Bekasi. Selain itu, Sucofindo juga menjalankan dua laboratorium sentral di Balikpapan dan Palembang.

"Kami mendukung kebijakan energi nasional yang ditetapkan pemerintah," kata Direktur Utama PT Sucofindo Arief Safari di Jakarta, Senin (27/8). Namun ia enggan mengungkapkan nilai investasi untuk membangun laboratorium tersebut.

Menurutnya, dengan adanya laboratorium CBM di Indonesia, pengujian sampel gas tidak perlu lagi dikirim ke luar negeri. Ini akan membantu industri dan pemerintah dalam efisiensi waktu dan biaya penanganan.

Sekadar informasi, CBM merupakan salah satu upaya diversifikasi energi yang dikembangkan pemerintah sejak 2008. Kementerian ESDM menyatakan, total cadangan CBM di Indonesia berkisar 400 hingga 453 triliun cubic feet (TCF). Cadangan CBM itu tersebar dalam 11 cekungan di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×