kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.872   29,00   0,17%
  • IDX 8.219   -46,79   -0,57%
  • KOMPAS100 1.159   -9,20   -0,79%
  • LQ45 830   -8,91   -1,06%
  • ISSI 295   -1,13   -0,38%
  • IDX30 433   -3,16   -0,73%
  • IDXHIDIV20 517   -3,83   -0,74%
  • IDX80 129   -1,09   -0,83%
  • IDXV30 143   -0,18   -0,13%
  • IDXQ30 140   -1,43   -1,02%

SUN Energy Operasikan 300 Proyek PLTS, Pasok 322 Juta kWh Listrik Bersih per Tahun


Jumat, 19 Desember 2025 / 14:56 WIB
SUN Energy Operasikan 300 Proyek PLTS, Pasok 322 Juta kWh Listrik Bersih per Tahun
ILUSTRASI. Hingga 2025, SUN Energy telah mengoperasikan lebih dari 300 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia dengan total kapasitas terpasang lebih dari 240 megawatt (MW)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Di tengah meningkatnya tekanan dekarbonisasi dan tuntutan daya saing global, SUN Energy memperkuat perannya di sektor industri dengan menghadirkan solusi energi bersih dan keberlanjutan terintegrasi. 

Langkah ini sejalan dengan kebutuhan industri nasional yang kini dituntut tidak hanya tumbuh, tetapi juga beroperasi secara efisien, rendah emisi, dan selaras dengan standar global.

Hingga 2025, SUN Energy telah mengoperasikan lebih dari 300 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia dengan total kapasitas terpasang lebih dari 240 megawatt (MW) yang tersebar di lebih dari 50 sektor industri.

Secara estimasi, proyek-proyek tersebut menghasilkan 322,3 juta kWh listrik bersih per tahun dan berkontribusi menurunkan emisi karbon hingga 250,8 juta kilogram CO2 per tahun.

Baca Juga: Sun Energy Percepat Transformasi Green Mining di Industri Tambang Indonesia

CEO SUN Energy, E. Jefferson Kuesar mengatakan, dekarbonisasi industri kini telah menjadi kebutuhan strategis. Sektor industri perlu bertransformasi agar tetap relevan dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun global. 

Menurutnya, tekanan dari regulasi, pasar, dan rantai pasok mendorong industri untuk segera mengadopsi praktik berkelanjutan dengan mengedepankan operasional rendah emisi. 

“Berangkat dari pengembangan energi surya, kami menghadirkan ekosistem solusi terintegrasi yang memungkinkan industri menurunkan emisi dan meningkatkan efisiensi operasional, mulai dari energi surya, sistem penyimpanan energi, hingga elektrifikasi kendaraan operasional,” kata Jefferson, dalam keterangan resminya, Jumat (19/12/2025). 

Upaya tersebut sejalan dengan tantangan struktural sektor industri nasional. Data terbaru menunjukkan konsumsi listrik industri tumbuh 2,66% secara tahunan dengan total mencapai 1.165 gigawatt hour (GWh). Saat ini, sektor industri menyumbang lebih dari 40% konsumsi listrik nasional dan menjadi salah satu kontributor utama emisi gas rumah kaca Indonesia.

Berbagai kajian mencatat sektor energi dan industri menyumbang lebih dari 50% total emisi nasional. Kondisi ini menjadikan transformasi industri sebagai faktor kunci pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) 2060.

Baca Juga: Ekspansi Berkelanjutan, SUN Energy Perluas Solusi Energi Hijau

Selanjutnya: Asuransi Bintang (ASBI) Sebut Dampak Klaim Bencana Sumatera dan Aceh Terkendali

Menarik Dibaca: Inilah 7 Pantangan Penderita Kolesterol Tinggi yang Tidak Boleh Diabaikan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×