kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   0,00   0,00%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Sunseap Group kembangkan sistem tenaga surya 7 GW di Kepulauan Riau


Rabu, 27 Oktober 2021 / 12:58 WIB
ILUSTRASI. Petugas merawat panel surya


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sunseap Group menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan berbagai mitra lokal dan internasional untuk mengeksplorasi dan mengembangkan kapasitas gabungan sistem tenaga surya sebesar 7 Gigawatt-peak (GWp) di sekitar Kepulauan Riau.

Kapasitas gabungan sistem tenaga surya 7 gigawatt-peak (GWp) adalah salah satu proyek energi bersih interkoneksi lintas batas terbesar di Asia Tenggara. Nantinya, akan membantu Singapura dan Indonesia dalam memenuhi target hijau.

Beberapa pulau di Kepulauan Riau yang sedang dipertimbangkan untuk proyek tersebut antara lain Citlim dan Combol. Rencananya adalah menyalurkan energi rendah karbon ke Singapura melalui kabel listrik bawah laut yang baru diusulkan.

Beberapa pihak yang menandatangani MoU ini ialah PT Mustika Combol Indah, PT Agung Sedayu, Sumitomo Corporation, Samsung C&T Corporation, Oriens Asset Management dan Durapower Group.

Baca Juga: Singapore's Sunseap explores developing 7-GWp solar farm in Indonesia

Konsorsium yang dipimpin Sunseap ini, menandatangani MoU sebagai bagian dari Asian Clean Energy Summit yang diadakan di Sands Expo and Convention Centre.

Frank Phuan, Co-Founder dan Chief Executive Officer Sunseap mengatakan, upaya ini akan menjadi salah satu proyek energi bersih yang paling penting bagi Singapura dan Indonesia.

"Dengan menghubungkan berbagai pulau surya untuk akhirnya menciptakan sistem 7GWp, kami dapat lebih mengoptimalkan kabel bawah laut, yang mengarah pada pengurangan biaya transmisi dan karenanya menghadirkan energi bersih rendah karbon yang lebih terjangkau bagi semua orang di Singapura dan Indonesia," jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (26/10).

Melalui pengaturan ini, lanjur Frank, kapasitas pembangkit gabungan akan dapat menghasilkan dan mengirimkan 1GW energi bersih non-intermiten untuk Singapura dan Indonesia.

Alhasil, menjadikan Singapura dan Batam sebagai gerbang dan hub energi bersih di ASEAN dan membuka jalan menuju ASEAN Green Jaringan listrik.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×