kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 -1,49%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Sunson Textile Manufacturer (SSTM) catatkan kenaikan penjualan 5,44% kuartal I 2020


Kamis, 25 Juni 2020 / 22:43 WIB
Sunson Textile Manufacturer (SSTM) catatkan kenaikan penjualan 5,44% kuartal I 2020
ILUSTRASI. PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM)


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sunson Textile Manufacturer Tbk mencatatkan kinerja yang prima di tiga bulan pertama. Sepanjang Januari - Maret 2020 lalu, emiten tekstil berkode saham SSTM membukukan Rp 103,37 miliar. Realisasi ini naik 5,44% bila dibandingkan penjualan periode sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp 98,03 miliar.

Pertumbuhan pada sisi penjualan didorong oleh pertumbuhan pendapatan dari segmen pemintalan, pertenunan, dan lain-lain. Mengintip laporan keuangan interim perusahaan, segmen pemintalan mencatatkan kenaikan penjualan sebesar  9,97% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi i Rp 98,77 miliar di kuartal I  2020. 

Baca Juga: Kemendag ingin ekspor komoditi TPT bertahan setelah terimbas pandemi Covid-19

Berikutnya, kenaikan penjualan yang paling signifikan dijumpai pada segmen pertenunan yang penjualannya meroket 167,57% yoy menjadi Rp 2,58 miliar di kuartal I 2020. Sementara segmen lain-lain mencatatkan kenaikan penjualan sebesar  72,11%menjadi Rp 2,02 miliar di kuartal I 2020.

Seturut kenaikan penjualan, beban pokok penjualan SSTM ikut terkerek naik 7,37% menjadi Rp 91,18 miliar di kuartal I 2020. Sebelumnya, beban pokok penjualan SSTM mencapai sebesar Rp 84,92 miliar di kuartal I 2019.

Kenaikan juga dijumpai pada beban administrasi dan umum yang terungkit tipis 2,95% yoy menjadi  Rp 3,02 miliar di kuartal I 2020. Sebelumnya, beban administrasi dan umum SSTM tercatat sebesar Rp 2,93 miliar di kuartal I 2019.

Meski begitu, SSTM juga mampu menekan pengeluaran pada pos beban penjualan. Sepanjang Januari - Maret 2020 lalu, beban penjualan SSTM hanya mencapai Rp 2,17 miliar. Realisasi ini  turun 12,86% bila dibanding beban penjualan SSTM yang tercatat mencapai  Rp 2,49 miliar pada periode sama tahun lalu. 

Baca Juga: Ini strategi diversifikasi dan adaptasi produk ekspor TPT di tengah pandemi Covid-19

Selain itu,  beban lain-lain SSTM juga  mampu ditekan sehingga turun 42,89% yoy dari Rp 5,55 miliar di kuartal I 2019 menjadi Rp 3,17 miliar di kuartal I 2020.

Setelah penjualan dikurangi beban pokok penjualan, beban penjualan, serta beban-beban lainnya, SSTM mampu mengempit laba neto tahun berjalan sebesar Rp 3,56 miliar di kuartal I 2020. Realisasi ini naik 81,29% bila dibanding laba neto tahun berjalan di kuartal I 2019 yang hanya mencapai Rp 1,96 miliar.

Per 31 Maret lalu, aset SSTM tercatat sebesar Rp 458,20 miliar. Angka ini terdiri atas ekuitas sebesar Rp Rp 203,91 miliar dan liabilitas sebesar Rp 254,29 miliar.

Sementara itu, kas dan setara kasa pada akhir tahun tercatat sebesar Rp 1,86 miliar per 31 Maret 2020. Angka tersebut naik 1,88% dibanding kas dan setara kas pada awal tahun tahun buku 2020 yang tercatat sebesar Rp 1,83 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×