kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Tahun depan, Bulog akan impor gula rafinasi


Kamis, 12 Desember 2013 / 14:41 WIB
Tahun depan, Bulog akan impor gula rafinasi
ILUSTRASI. Manfaat Kelapa Muda yang Dikonsumsi Setelah Olahraga. Kontan/Alri kemas


Reporter: Rr Dian Kusumo Hapsari | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahan Iskan mengatakan, tahun depan Bulog diinstruksikan mengimpor gula mentah (raw sugar) untuk produsen gula ranifasi.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terulangnya kasus perembesan gula ranifasi yang sebenarnya diperuntukan bagi industri makanan dan minuman di pasar tradisonal.

"Bulog sudah dapat penunjukkan (impor gula rafinasi) dari Menteri Perdagangan," tutur Dahlan Kamis (12/12) di Kementerian BUMN. 

Menurut Dahlan, kuota impor gula mentah yang diperoleh saat ini oleh Bulog masih sangat kecil, hanya sekitar 350 ton. Nanntinya, gula mentah impor tersebut akan didistrubusikan kepada pabrik gula miliki BUMN.

"Dengan demikian kebocoran gula di pasar bebas itu kan bisa lebih dikendalikan,"jelasnya.

Dahlan mengapresiasi langkah Bulog yang berani tidak mengimpor beras pada tahun ini untuk pertama kalinya.

Dalan berencana akan mengadakan syukuran atas keberhasilan Bulog tersebut dan dia berharap tahun depan Bulog tidak akan mengendurkan pengadaan beras dari dalam negeri. 

"Tapi cara pengadaannya sedikit diubah. Yaitu, jangan semuanya dalam bentuk beras, sekitar 20% harus bentuk gabah," katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×