kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.761   68,00   0,38%
  • IDX 6.462   25,58   0,40%
  • KOMPAS100 852   2,28   0,27%
  • LQ45 648   1,42   0,22%
  • ISSI 224   1,27   0,57%
  • IDX30 360   1,29   0,36%
  • IDXHIDIV20 450   2,37   0,53%
  • IDX80 97   0,26   0,27%
  • IDXV30 124   0,43   0,35%
  • IDXQ30 116   0,50   0,43%

Tahun depan, Bulog akan impor gula rafinasi


Kamis, 12 Desember 2013 / 14:41 WIB
ILUSTRASI. Manfaat Kelapa Muda yang Dikonsumsi Setelah Olahraga. Kontan/Alri kemas


Reporter: Rr Dian Kusumo Hapsari | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahan Iskan mengatakan, tahun depan Bulog diinstruksikan mengimpor gula mentah (raw sugar) untuk produsen gula ranifasi.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terulangnya kasus perembesan gula ranifasi yang sebenarnya diperuntukan bagi industri makanan dan minuman di pasar tradisonal.

"Bulog sudah dapat penunjukkan (impor gula rafinasi) dari Menteri Perdagangan," tutur Dahlan Kamis (12/12) di Kementerian BUMN. 

Menurut Dahlan, kuota impor gula mentah yang diperoleh saat ini oleh Bulog masih sangat kecil, hanya sekitar 350 ton. Nanntinya, gula mentah impor tersebut akan didistrubusikan kepada pabrik gula miliki BUMN.

"Dengan demikian kebocoran gula di pasar bebas itu kan bisa lebih dikendalikan,"jelasnya.

Dahlan mengapresiasi langkah Bulog yang berani tidak mengimpor beras pada tahun ini untuk pertama kalinya.

Dalan berencana akan mengadakan syukuran atas keberhasilan Bulog tersebut dan dia berharap tahun depan Bulog tidak akan mengendurkan pengadaan beras dari dalam negeri. 

"Tapi cara pengadaannya sedikit diubah. Yaitu, jangan semuanya dalam bentuk beras, sekitar 20% harus bentuk gabah," katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×