kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 -1,49%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Tahun Ini, Martina Berto (MBTO) Yakin Cetak Kinerja Bisnis yang Lebih Baik


Senin, 01 Januari 2024 / 11:42 WIB
Tahun Ini, Martina Berto (MBTO) Yakin Cetak Kinerja Bisnis yang Lebih Baik
ILUSTRASI. PT Martina Berto Tbk (MBTO), yakin bisa mencetak kinerja bisnis yang lebih baik pada 2024.


Reporter: Rashif Usman | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen kosmetik, PT Martina Berto Tbk (MBTO), yakin bisa mencetak kinerja bisnis yang lebih baik pada 2024.

Direktur Utama Martina Berto Bryan David Emil Tilaar mengatakan, target penjualan bersih MBTO pada 2024 mencapai Rp 599 miliar atau meningkat hingga 20% dibanding tahun 2023.

"Tahun 2024 kita targetkan pertumbuhan bisnis net sales MBTO 20% dari Rp499,23 miliar dengan laba bersih kurang lebih Rp 15 miliar," ucap Bryan kepada Kontan, Rabu (27/12).

Baca Juga: Kuartal III-2023, Martina Berto (MBTO) Bukukan Kenaikan Pendapatan 23%

Bryan menegaskan, secara umum prospek bisnis MBTO pada 2024 akan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dirinya optimis target tersebut bisa tercapai karena tahun depan MBTO akan banyak meluncurkan produk-produk baru dengan merek yang sudah ada saat ini.

"Pertumbuhan bisnis yang luar biasa di bisnis contract manufacturing, ritel Marta Tilaar shop, ritel offline, online shopping dan bisnis ekspor semuanya tumbuh baik," ujarnya.

Selain itu, kinerja perseroan juga didukung oleh tim yang kompeten serta pengembangan distribusi yang sudah jauh lebih baik.

"Solidnya semua tim dari front office, back office, lalu pengembangan distribusi baik horizontal, vertikal, inovasi dan rantai pasok sudah jauh membaik," ucapnya.

Tahun 2024, MBTO menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) berkisar Rp 9 miliar. Adapun alokasi dari Capex tersebut bakal digunakan untuk kegiatan manfuacturing perseroan.

 

Lebih lanjut, MBTO juga tak ambil pusing dengan nilai tukar rupiah yang terjadi sepanjang tahun 2023. "Efek nilai tukar rupiah tetap kita monitor dan waspadai dengan baik. Sejauh ini baik-baik saja," jelasnya.

Dalam catatan Kontan, Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia (PPA Kosmetika Indonesia) menyatakan, pertumbuhan jumlah industri kosmetika Indonesia mencapai 21,9 persen, yakni 913 perusahaan di tahun 2022 dan di pertengahan 2023 sebanyak 1.010 perusahaan.

Menanggapi hal ini, Bryan mengatakan bahwa adanya produsen-produsen baru justru memberi dampak positif bagi kinerja perseroan.

"Pemain-pemain baru di beauty personal care bisa kita ajak kerjasama melalui contract manufacturing melalui (anak perusahaan) PT. Cedefindo. Jadi pemain-pemain baru, ayo kita banyak kerja sama," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×