kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Tak Sikat Gigi Malam Hari, 72,2% Orang indonesia Terancam Habiskan Uang Lebih Banyak


Senin, 22 Juni 2026 / 15:07 WIB
Tak Sikat Gigi Malam Hari, 72,2% Orang indonesia Terancam Habiskan Uang Lebih Banyak
ILUSTRASI. Kesehatan Gigi (Dok/Usmile Indonesia)


Reporter: Fahriyadi | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah tren ritual perawatan kulit malam demi penampilan prima di kalangan masyarakat urban Indonesia, justru ada hal yang memprihatinkan. Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 justru mengungkap fakta ironis bahwa hanya 27,8% masyarakat Indonesia yang sikat gigi sebelum tidur.

Padahal menurut Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), kebiasaan melewatkan sikat gigi di malam hari adalah ancaman medis yang serius karena saat tubuh beristirahat tidur, rongga mulut mengalami penurunan produksi air liur secara drastis, sehingga menyebabkan bakteri bertumbuh dan berkembang biak sangat pesat di malam hari. Sisa makanan atau minuman manis yang tertinggal akan memicu pembentukan plak, pengikisan lapisan gigi (enamel), hingga menyebabkan gigi berlubang.

Baca Juga: Usmile Hadirkan Pasta Gigi Glitter Ungu Pertama di Indonesia

Fakta ini menjadi semakin mengkhawatirkan jika melihat data Global Oral Health Status Report (2022) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mencatat bahwa pengobatan dan perawatan kesehatan gigi menempati peringkat ke-3 sebagai domain kesehatan dengan biaya terbesar di dunia, senilai USD 100,87 miliar, tepat di bawah penyakit Diabetes dan Kardiovaskular. Kelalaian akibat kebiasaan kecil inilah yang pada akhirnya berujung pada pembengkakan biaya pengobatan kuratif di klinik dokter gigi.

Kabar baiknya, mencegah pembengkakan biaya medis tersebut sejatinya sangat mungkin dilakukan melalui perawatan yang melibatkan bahan-bahan yang dapat menghilangkan bakteri seperti Domiphen Bromide. Kandungan ini merupakan agen antiseptik medis pensteril bakteri, yang dikombinasikan dengan sodium carbonate yang secara aktif menjaga keseimbangan pH rongga mulut hingga 8 jam, atau sesuai dengan kira-kira jam tidur orang dewasa.

Kedua bahan ini dikombinasikan ke dalam produk usmile Strength White, produk pasta gigi pemutih terbaru usmile Indonesia yang diluncurkan pada 22 Juni 2026. Sebagai solusi perawatan mulut menyeluruh (all-round), pasta gigi ini sangat ideal untuk digunakan pada pagi dan siang hari, sekaligus memberikan perlindungan maksimal di malam hari.

Dibekali dengan 3in1 Pro White, memadukan kandungan Baking Soda dan Calcium Carbonate, yang secara efektif dapat mengangkat noda kuning yang melekat, akibat konsumsi kopi, teh, hingga rokok selama sehari penuh. Setelah noda kuning (stain) di gigi hilang, enamel gigi akan dilapisi dengan kandungan Tetrasodium Pyrophosphate, yang berfungsi untuk melapisi gigi sehingga stain tidak kembali menempel di enamel gigi.

"Kehadiran produk terbaru ini merupakan wujud nyata dari brand value usmile, yakni Prevention over Treatment. Menurut kami nilai ini semakin disadari oleh konsumen, yang tercermin pada penjualan usmile tercatat konsisten bertumbuh. Setelah sukses mencatatkan lonjakan penjualan eksponensial hingga 182% pada bulan Ramadan 2026 lalu, performa penjualan usmile di bulan April kembali meningkat sebesar 20%, bahkan produk terbaru kami Optical White berhasil jadi top produk oral care di TikTok Shop pada minggu kedua di bulan Juni 2026" terang Michelle, Country Manager usmile Indonesia & Malaysia dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).

Pertumbuhan bisnis yang sangat positif ini menjadi peluang berharga ketika dihadapkan pada realita makroekonomi pertengahan Juni 2026. Tekanan ekonomi yang ditandai oleh pelemahan nilai tukar Rupiah yang menembus Rp18.200/dolar Amerika Serikat dan anjloknya IHSG di bawah level 5.400, telah memberikan pukulan nyata bagi daya beli.

Kondisi ini selaras dengan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait penyusutan kelas menengah dari 57 juta jiwa (21,4% pada 2019) menjadi 47 juta jiwa (17% pada 2024). Sebagai langkah nyata untuk mengantisipasi kesulitan ekonomi ini, usmile membuka peluang kemitraan melalui sektor affiliate marketing sebagai jaring pengaman finansial bagi masyarakat usia produktif untuk meraih pendapatan tambahan.

Mengacu pada data Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), jumlah kreator afiliasi aktif di Indonesia kini telah menembus lebih dari 3 juta orang. Sektor ekonomi digital ini terbukti menjadi ruang bisnis yang sangat menjanjikan. Dengan rekam jejak penjualan usmile yang selalu positif dan memiliki tingkat permintaan pasar yang tinggi, kemitraan ini menjadi salah satu motor penggerak stabilitas finansial bagi ekosistem kreator afiliasinya.

Menurut Michelle, di tengah pukulan ekonomi saat ini, usmile Indonesia melihat adanya fenomena 'Lipstick Effect', di mana konsumen menunda pengeluaran besar namun semakin selektif berinvestasi pada produk perawatan premium yang berdampak langsung pada kualitas hidup mereka. "Hal ini membuktikan pergeseran perilaku konsumen yang kini memandang senyum sehat sebagai aset estetika utama, mempertegas bahwa oral care is the new part of beauty & care," imbuhnya.

Karena keberhasilan industri consumer goods di masa depan tidak lagi hanya diukur dari volume penjualan, melainkan dari kemampuannya menciptakan nilai bersama (shared value). Integrasi antara inovasi kesehatan preventif yang cerdas dan pemberdayaan ekonomi digital berbasis komunitas afiliasi, menjadikan usmile tidak hanya relevan sebagai solusi gaya hidup modern, tetapi juga sebagai penyokong daya tahan finansial masyarakat Indonesia di era penuh tantangan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×