kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

CORE: Indonesia Shopping Festival Berpotensi Dongkrak Konsumsi Masyarakat


Jumat, 07 Agustus 2026 / 17:23 WIB
CORE: Indonesia Shopping Festival Berpotensi Dongkrak Konsumsi Masyarakat
ILUSTRASI. Konsumen berbelanja barang elektronik di Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indonesia Shopping Festival (ISF) 2026 dinilai berpotensi mendorong konsumsi rumah tangga pada kuartal III-2026. Festival belanja yang digelar di 24 provinsi dengan melibatkan sekitar 407 pusat perbelanjaan itu menawarkan berbagai promo, termasuk diskon hingga 75%.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai, besarnya potongan harga serta penyelenggaraan yang berlangsung sekitar dua pekan dapat menarik minat masyarakat untuk berbelanja.

“Kalau diskon yang ditawarkan sangat besar, sampai 75%, saya rasa memang bisa menggenjot konsumsi,” ujar Faisal kepada KONTAN, Jumat (7/8).

Baca Juga: Knight Frank: Pasar Perkantoran Jakarta Terus Pulih, Tingkat Hunian Capai 80%

Ia menjelaskan, masyarakat kelas menengah yang saat ini mengalami tekanan daya beli cenderung sensitif terhadap perubahan harga. Karena itu, program diskon besar dapat mendorong mereka membeli kebutuhan yang sebelumnya ditunda. Sementara masyarakat berpenghasilan lebih tinggi diperkirakan tetap menjadi penyumbang utama transaksi selama festival berlangsung.

Meski begitu, Faisal menilai dampak festival terhadap pertumbuhan ekonomi tidak akan sebesar momentum Lebaran karena tidak disertai tambahan pendapatan masyarakat seperti tunjangan hari raya (THR).

“Kalau dikatakan bisa mendorong konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi, ya bisa. Hanya saja magnitude-nya tidak sebesar Lebaran karena berlangsung sekitar dua minggu dan tidak ada tambahan pendapatan seperti THR,” katanya.

Menurut Faisal, produk yang berpotensi mencatat penjualan tinggi selama festival antara lain makanan dan minuman, fesyen, alas kaki, perlengkapan rumah tangga, hingga elektronik yang menawarkan potongan harga besar.

Baca Juga: Pengusaha dan Ekonom Beberkan Proyeksi Ekspor & Harga Batubara pada Semester II-2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×