kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Target Produksi Emas Freeport Menjadi 21 Ton pada 2026


Selasa, 14 Juli 2026 / 17:52 WIB
Target Produksi Emas Freeport Menjadi 21 Ton pada 2026
ILUSTRASI. Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Freeport Indonesia (PTFI) merevisi target produksi emas pada tahun 2026. Target tersebut turun sekitar 4 ton dari target sebelumnya yang sebesar 26 ton menjadi 21 ton.

Hal ini dipengaruhi oleh proses peningkatan (ramp-up) produksi yang tengah dilakukan dan diharapkan mampu kembali ke kapasitas normal pada tahun 2027.

"Tahun 2026 itu jumlah logam yang kita akan hasilkan kira-kira 800 juta pound tembaga, dan 700 ribu ounces emas atau kalau diekuivalenkan ke tonase bisa 21 ton," ujar Direktur Utama PTFI, Tony Wenas dalam rapat bersama Komisi XII DPR, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga: Pemerintah & Industri Hitung Kembali Kebutuhan Bijih Nikel untuk Bahan Baku Smelter

Berdasarkan catatan KONTAN, PTFI menargetkan produksi emas sebesar 830.000 ounces atau sekitar 26 ton.

Kendati demikian, Tony mengungkapkan, di tahun 2027 hingga 2028 pihaknya menargetkan total produksi tembaga dan emas bakal kembali melesat.

Dia merinci, pada tahun 2027 produksi tembaga ditargetkan bisa mencapai 1,2 miliar pound tembaga dan emas sebesar 1 juta ounces atau sekitar 31 ton.

Kemudian di tahun 2028, produksi diharapkan meningkat untuk tembaga menjadi 1,6 miliar pound dan 1,4 juta ounces emas atau sekitar 43 ton.

Sementara itu, lanjut Tony, di tahun 2029 juga direncanakan bahwa tambang yang saat ini tengah dikembangkan yaitu Tambang Kucing Liar, bakal mulai dieksekusi pada tahun 2029.

"Ini adalah untuk menggantikan DMLZ (Deep Mill Level Zone) yang mulai merendah tonasenya sehingga kestabilan atau kelangsungan dari penambangan sekitar 220 ribu ton biji per hari, itu akan bisa dilanjutkan," tandasnya.

Baca Juga: Waskita Beton Precast (WSBP) Catat Pendapatan Rp 808,07 Miliar pada Semester I-2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×