kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Tarif tol mahal jadi salah satu biang kemacetan di jalur pelabuhan

Selasa, 15 Mei 2018 / 21:42 WIB

Tarif tol mahal jadi salah satu biang kemacetan di jalur pelabuhan
ILUSTRASI. Pelabuhan New Priok Container Terminal One (NPCT1)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah supir kendaraan logistik mengeluhkan tarif tol yang mahal. Padahal Jokowi menekankan bahwa tarif logistik di pelabuhan harus murah. Oleh karena itu pemerintah berencana akan menghilangkan tarif tol menuju pelabuhan Tanjung Priok.

Permasalahan kemacetan di Jl Cilingcing sampai Yos Sudarso tampaknya belum menemukan titik terang. Kemacetan di daerah tersebut cukup parah. Pengendara bisa menghadapi kemacetan hingga tiga jam. Hal tersebut disebabkan oleh sejumlah supir enggan untuk masuk melalui tol akses pelabuhan Tanjung Priok. Pasalnya harga tarif tol akses pelabuhan Tanjung Priok terlalu mahal untuk sang supir.


Sejumlah supir merasa heran dengan harga tol yang cukup fantastis. Harga tol untuk golongan I sebesar Rp 15.000, Golongan II Rp. 22.000, Golongan III Rp 30.000, Golongan IV 37.500 dan Golongan V Rp 45.000.

Sedangkan harga tol tak sesuai dengan panjang tol akses pelabuhan Tanjung Priok yang hanya mencapai 11,4 km. Kemudian para supir mengeluhkan mengapa mereka harus membayar dua kali. Padahal tol akses pelabuhan Tanjung Priok merupakan bagian dari Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).

Menanggapi permasalahan tersebut Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Heri Trisaputra Zuna, mengatakan dalam waktu dekat ini pemerintah akan mencabut tarif tol menuju pelabuhan. Sehingga tarif tersebut dilakukan sepaket dengan tarif tol JOR. Ia menambahkan bahwa rencana ini sudah dibicarakan dengan pihak-pihak terkait untuk merealisasikan rencana tersebut.

“Kita dalam persiapan untuk integrasi pintu akses dengan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) untuk menghilangkan harga pintu masuk menuju pelabuhan. Jadi rencananya tarif pembayaran hanya akan ada satu saja di pintu masuk tol (JORR). “ Kata Heri Trisaputra Zuna (15/5).

Ditemui di Hotel Century (15/5), Budi Setiadi, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengatakan bahwa kemacetan di daerah pelabuhan merupakan masalah klasik dan dilematis.

Permasalahan tersebut akan menimbulkan dampak negative di antaranya efisiensi waktu pengiriman barang. Untuk itu pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu masalah yang ada di jalan menuju pelabuhan.

Ia menyarankan bila memang tarif tol tidak turun atau dihilangkan, solusi yang akan dibuat oleh menteri perhubungan adalah memberlakukan jalur ganjil-genap di jalur pelabuhan tersebut. Bila perlu mengatur waktu kendaraan logistik yang masuk dan keluar.

 

Reporter: Indra Pangestu Wardana Setiawan
Editor: Sofyan Hidayat

PELABUHAN

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0011 || diagnostic_api_kanan = 0.0640 || diagnostic_web = 0.3390

Close [X]
×