kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Tekstil dan otomotif masih sensitif di Australia


Kamis, 19 Agustus 2010 / 15:25 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Sejumlah produk yang diekspor Indonesia ke Australia ternyata masih terbilang sensitif di Negeri Kanguru. Mereka masih enggan menurunkan bea masuk produk-produk tersebut.

Tengok saja produk otomotif. Australia belum mau menurunkan bea masuk otomotifnya agar bisa dimanfaatkan oleh eksportir otomotif dari Indonesia. Tak hanya itu saja, Australia juga masih keberatan meurunkan bea masuk tekstil dan produk tekstil dari Indonesia.

“Dua produk ini, Australia belum mau menurunkan bea masuknya menjadi nol persen karena masih dianggap sebagai produk sensitive list,” jelas Gusmardi, Dirjen Kerjasama Perdaganga International (KPI), Kementerian Perdagangan di Jakarta, Kamis (9/8).

Rencananya, Pemerintah Indonesia akan membahas masalah tarif tersebut untuk dibicarakan dengan produsen otomotif dan produsen tekstil di Indonesia sebelum membuat kebijakan negosiasi dengan pihak Australia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×