Reporter: Gentur Putro Jati |
JAKARTA. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TELKOM) menargetkan bisa menyediakan layanan telekomunikasi di lebih banyak lagi pulau-pulau terluar Indonesia; baik layanan telepon (suara) maupun data (internet).
Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia menjelaskan, tersedianya layanan telekomunikasi di wilayah perbatasan sangat penting karena posisi beberapa pulau terluar secara geopolitik sangat strategis.
"Setidaknya ada 12 titik wilayah terluar yang menjadi target pembangunan infrastruktur Telkom tahun ini," kata Eddy dalam rilis resminya, Selasa (20/7).
Ke 12 pulau terluar itu adalah Pulau Marore (Utara Kepulauan Sangihe, berbatasan dengan Filipina), Pulau Marampit (Utara Kepulauan Talaud, berbatasan dengan Filipina), Pulau Sekatung (Utara Pulau Natuna, berbatasan dengan Vietnam), Pulau Tapeh (sebelah Timur Laut Timor Leste), Pulau Rondo (Utara Pulau Weh, Aceh).
Ada juga Pulau Berhala, Pulau Fani, Pulau Fanildo dan Pulau Bras (Utara Papua), Pulau Batek (berbatasan dengan Timor Leste), Pulau Dana (berbatasan dengan Australia), dan Pulau Sebatik (berbatasan dengan Malaysia).
"Natuna merupakan pulau terluar Indonesia pertama yang memiliki akses internet kecepatan tinggi. Sejak 2007, masyarakat disana sudah bisa menikmati layanan internet cepat Speedy," jelasnya. Selain di Natuna, Telkom telah memiliki infrastruktur di Pulau Miangas yang berbatasan dengan Filipina dan Pulau Nipah yang berbatasan dengan Singapura.
Sayangnya, tidak disebutkan berapa besar investasi yang dikeluarkan Telkom untuk membangun infrastruktur di Pulau Terluar tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













