kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.540   10,00   0,06%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Telkom raih Rp 6 triliun dari bisnis 'New Wave'


Kamis, 30 Januari 2014 / 16:23 WIB
ILUSTRASI. Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahan Kusta Berikut Ini


Reporter: Merlinda Riska | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) meraih pendapatan Rp 6 triliun untuk bisnis layanan Teknologi Informasi (IT services) di segmen korporasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Bisnis IT services ini meliputi  managed network, managed application dan IT managed services. Perusahaan menyebutnya sebagai bisnis "new wave".

Muhammad Awaluddin Direktur Enterprise and Business Services Telkom, dalam siaran persnya, Kamis (30/1), menyatakan, saat ini perusahaan tidak dapat hanya mengandalkan sumber pendapatannya pada bisnis akses dan konektivitas.  Yaitu bisnis yang melayani sambungan telepon kabel, komunikasi data, broadband, satelit, jaringan dan interkoneksi, tetapi harus masuk ke bidang IT Services (new wave).

Fokus pada bisnis new wave menjadi motor pertumbuhan bisnis Telkom di segmen korporasi dan bisnis UKM. Hal ini terlihat dari rata-rata pertumbuhan pendapatan Telkom untuk layanan IT services di segmen korporasi selama 5 tahun terakhir yang mencapai 11%. Sementara, segmen UKM tumbuh 43%.

"Total besaran revenue "new wave" pada tahun 2013 lalu sekitar Rp 6 Triliun," kata dia.

Selama lima tahun terakhir, dia bilang, Telkom adalah pemimpin pasar untuk layanan telekomunikasi di segmen korporasi dan UKM. Perseroan berhasil menjaga pertumbuhan bisnisnya ini sebesar 5% per tahun.

"Asumsi perhitungan kita, dalam 5 tahun kedepan sampai 2018, Telkom masih akan tumbuh dengan CAGR secara agregat 17% untuk bisnis IT services pada kedua segmen ini", imbuh Awaluddin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×