kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

TelkomGroup Gaet 575 Perusahaan di BATIC 2025 untuk Perluas Bisnis Digital


Sabtu, 30 Agustus 2025 / 09:44 WIB
TelkomGroup Gaet 575 Perusahaan di BATIC 2025 untuk Perluas Bisnis Digital
Dok. Telkom


Reporter: Tim KONTAN | Editor: Indah Sulistyorini

KONTAN.CO.ID - Selasa, 26 Agustus 2025, jadi hari bersejarah bagi acara Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2025. Forum B2B bertaraf global yang diselenggarakan oleh PT Telekomunikasi Indonesia Internasional atau Telin, anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), berhasil terselenggara untuk ke-10 kalinya di Bali International Conference Centre (BICC), The Westin Bali Resort, Nusa Dua, Bali dari tanggal 26-28 Agustus 2025.

Mengusung tema "Igniting Tomorrow's Digital Evolution - Change the Way You Connect, Power the Digital Shift", tercatat lebih dari 500 perusahaan dan lebih dari 1.700 peserta dari 54 negara hadir selama acara BATIC 2025. Berbeda dari tahun sebelumnya, BATIC 2025 turut menghadirkan perusahaan dari Eropa, Timur Tengah, hingga Amerika.

CEO Telin Budi Satria menuturkan, tingginya antusias peserta menandakan BATIC menjadi ajang strategis dalam menjaring mitra bisnis dan pertukaran informasi. Di tengah industri telekomunikasi yang sedang berkembang, kolaborasi antar perusahaan turut mendongkrak nilai bisnis sesama pelaku industri. Dalam pantauan Tim Kontan, BATIC 2025 dihadiri oleh perusahaan dari berbagai industri seperti telekomunikasi, pelayanan teknologi informasi, penyedia cloud, data center, artificial intelligence (AI), infrastruktur telekomunikasi, dan lainnya.

Selain memperluas networking bisnis, event BATIC konsisten menghadirkan diskusi yang relevan mengenai perkembangan teknologi informasi. Menurut Budi, hal tersebut menjadi daya tarik karena peserta ingin mengetahui perkembangan industri telekomunikasi secara global.

“BATIC memberikan multiplier effect. Karena tidak hanya konferensi tetapi ada business deal dan bilateral meeting. Kami ajak mereka business matching di sini. Makin banyak peserta yang hadir, makin banyak kesepakatan bisnis berjalan,” jelas Budi pada Selasa, 26 Agustus 2025 di BICC.

Menariknya, BATIC 2025 turut menghadirkan forum khusus bernama ITW Global Leaders Forum (GLF) yang mewadahi diskusi untuk pemimpin perusahaan telekomunikasi dan teknologi besar di dunia. Tujuan dari forum itu untuk memberikan perspektif baru agar pemimpin perusahaan dapat mengetahui perkembangan industri telekomunikasi.

"BATIC 2025 ingin membangun leader industri telekomunikasi di masa depan. Tidak hanya untuk Indonesia tapi juga dunia,” tegas Budi.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menambahkan, tumbuhnya industri digital seperti AI dan teknologi cloud menjadi penentu masa depan industri. Di acara BATIC 2025, Telkom Indonesia ingin memastikan teknologi tersebut dapat menawarkan solusi digital bagi industri.

TelkomGroup berkomitmen agar Indonesia berada dalam agenda utama industri telekomunikasi dunia yang berkembang pesat. Oleh karenanya, BATIC 2025 hadir untuk memberi inovasi dan antisipasi dari setiap transformasi untuk menyesuaikan teknologi yang tepat sasaran sesuai kebutuhan industri.

“Telekomunikasi berkembang melalui konvergensi jaringan dan platform yang membuka peluang bisnis besar. Tetapi menuntut adaptasi cepat dan ketahanan menghadapi risiko keamanan,” jelasnya.

Kenalkan AI Center of Excellence

Dalam BATIC 2025, Telkom juga mengenalkan AI Center of Excellence (CoE) sebagai platform pengembangan AI di Indonesia. Peresmian AI CoE dihadiri oleh pimpinan perusahaan dan mitra Telkom Indonesia.

Direktur IT Digital Telkom Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi menjelaskan, platform tersebut dikembangkan dalam memenuhi kebutuhan AI untuk industri. Hadirnya AI CoE nantinya menjadi solusi Telkom dalam menambah skala bisnis dan pengembangan talenta AI.

Telkom juga telah memilih sembilan kota yang menjadi lokasi AI CoE yang menghubungkan talenta dan komunitas AI yaitu Jakarta, Bandung, Aceh, Yogyakarta, Makassar, Malang, Bali, Labuan Bajo, serta Papua. “AI dibutuhkan oleh industri dan Telkom hadir menjadi business partner. Telkom ingin mengembangkan AI untuk efisiensi bisnis dan memenuhi ekspektasi konsumen,” kata Faizal.

Direktur Enterprises and Business Services Telkom Indonesia Veranita Yosephine menambahkan, potensi bisnis layanan AI masih sangat besar. Terlebih, solusi AI bagi korporasi masih minim. Peluang tersebut nantinya akan Telkom kembangkan untuk pendapatan perseroan dengan cara menggandeng mitra untuk memenuhi kebutuhan penggunaan AI untuk segmen korporasi, pemerintah, dan UMKM di Indonesia.

“Solusi Telkom untuk segmen enterprise adalah bisnis yang masih potensial. Total 20% pendapatan TelkomGroup masih dari segmen tersebut. Kita ingin menargetkan bisa naik 30-40% dari layanan AI,” tegas Vera.

Selanjutnya: Rakornas BAZNAS 2025 Hasilkan 9 Resolusi Perkuat Tata Kelola Zakat Dukung Asta Cita

Menarik Dibaca: Ini 10 Instrumen Investasi yang Rendah Risiko untuk Pemula

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×