kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Tempe kembali beredar, namun harganya mahal


Sabtu, 28 Juli 2012 / 09:52 WIB
ILUSTRASI. Daftar game Android terbaru 2021, lengkap dengan link Pre-register di Play Store


Reporter: | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Jika Anda penggemar tempe, bersuka citalah. Sebab, makanan yang berasal dari kedelai itu sudah bisa ditemui dipasaran. Meski harganya lebih mahal dari biasanya.

Dari pantauan Tribun di Pasar Pondok Kelapa, Jakarta Timur, misalnya, tampak tempe sudah di jual lagi. Pedagang sudah menjual tempe setelah terjadi aksi mogok selama tiga hari.

Hadi (41 tahun), pedagang yang sehari-hari menjual tempe di pasar ini mengaku sudah menjual tempe mulai hari ini. "Baru mulai jualan lagi nih, setelah mogok 3 hari," katanya di Jakarta (28/07).

Pedagang yang mengaku mendapatkan tempe dari Bintara, Bekasi itu, menjual tempe dengan ukuran 10 x 30 cm dengan harga Rp 4.000, ukuran 10 x 15 cm dengan harga Rp 3.000 dan ukuran yang terkecil dengan harga Rp 2.000.

Harga per tempe memang lebih mahal Rp 500 dibandingkan dengan harga sebelum aksi mogok terjadi. Ia mengatakan kenaikan harga terjadi karena harga kedelai yang naik di AS.

"Di AS harga tempe naik, katanya akibat kenaikan harga kedelai yang tadinya Rp 6.000 per kilogram (kg) menjadi Rp 8.000 per kg. Makanya harganya juga naik," katanya.

Namun pedagang mengatakan margin segitu sudah cukup. "Tipis lah mas. Naiknya cuma Rp 500 kok," ujarnya. (Arif Wicaksono/Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×