kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Terdampak PSBB, volume pengiriman barang J&T Express naik 15%


Jumat, 08 Mei 2020 / 16:43 WIB
Terdampak PSBB, volume pengiriman barang J&T Express naik 15%
ILUSTRASI. Sebagai perusahaan jasa pengiriman Indonesia yang fokus pada pengiriman bisnis e-commerce, J&T Express maksimalkan pengirimannya hingga mencapai 10 juta paket pada peak season akhir tahun yang dikenal 12.12 ini.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

Setiap harinya, J&T Express pun menerapkan protokol kesehatan di internal persuahaan melalui pengecekkan suhu tubuh karyawan secara berkala serta mulai memberikan vitamin kesehatan.

J&T Express juga bekerja sama dengan berbagai marketplace di Indonesia dan saat ini di tengah masa Ramadhan tersedia berbagai promo ongkos kirim yang diberikan di market place.

"Kami juga memberlakukan gratis biaya pengiriman masker khusus untuk semua donatur yang ingin mendonasikan masker baik kepada korban Covid-19 maupun tenaga medis periode 30 Maret-15 April 2020 lalu," kata Robin.

Baca Juga: Transformasi digital BGR Logistics bakal kerek pendapatan bisnisnya

Robin menyebut, karena masalah pandemi, tahun ini pendapatan J&T Express akan stagnant bahkan cenderung menurun karena banyaknya biaya yang dikeluarkan untuk mendukung standard kesehatan dan perlindungan terhadap karyawan. Namun dirinya enggan menyebutkan lebih detail berapa pendapatan yang sudah dikantongi sampai saat ini.

 "Kami berharap setelah pandemi berakhir, seluruh bisnis dapat kembali berjalan dengan normal dan mengalami peningkatan hingga 2x lipat," ujarnya.

Selain itu, J&T Express selalu mengupayakan agar pandemi COVID-19 tidak memberi gangguan signifikan pada layanannya. Untuk itu pihaknya terus menginstruksikan operasional untuk terus berjalan seperti SOP yang ada, mengecek laporan harian mengenai kendala paket di berbagai area yang mengalami kemungkinan keterlambatan distribusi untuk kemudian mengatur jadwal penerbangan berkala, juga menyalurkan distribusi tersebut dari berbagai jalur alternatif lainnya yang tersedia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×