kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

Tingkat kekosongan gedung perkantoran di Jakarta naik tipis 0,4%


Rabu, 22 Januari 2020 / 20:18 WIB
ILUSTRASI. Tingkat kekosongan gedung perkantoran di Jakarta alami peningkatan 0,4% menjadi 24,4%. REUTERS/Willy Kurniawan


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingkat kekosongan gedung perkantoran di Jakarta alami peningkatan 0,4% menjadi 24,4%.

Head of Research Savills Indonesia, Anton Sitorus memaparkan total pasokan sepanjang tahun 2019 mencapai 6,6 juta m². Berdasarkan angka tersebut sekitar 262.400 m² merupakan pasokan baru.

Baca Juga: Properti pusat perbelanjaan catat penurunan kekosongan ruang di 2019

Sayangnya, tingkat penyerapan gedung kantor berada di level 152.000 m². "Sehingga mengakibatkan peningkatan kekosongan menjadi 24,4%," jelasnya di Jakarta, Rabu (22/1).

Adapun permintaan gedung kantor sepanjang tahun lalu didominasi dari gedung kantor kategori A yang mencapai 39% dan diikuti kategori B 28%. Selanjutnya disusul kategori premium dan kategori C masing-masing 28% dan 23%.

Berdasarkan harga, sepanjang tahun lalu rata-rata gedung perkantoran berhasil mempertahankan harga sewanya. Namun, untuk kategori premium terjadi penurunan harga sewa 2,2%. Secara rata-rata harga sewa kantor di area Central Business District (CBD) sepanjang tahun lalu stabil di level Rp 202.000 per m².

Baca Juga: Obligasi senior Bumi Serpong (BSDE) US$ 300 juta dapat peringkat Ba3 dari Moody's

Anton memproyeksikan secara konservatif tingkat kekosongan berangsur-angsur akan mengalami penurunan. Namun, ia menegaskan mulai pertengahan 2021 hingga 2023 pasokannya masih akan tinggi menjadi 1,2 juta m².

Adapun kategori A akan menjadi primadona dengan permintaan 56%. Dilanjutkan kategori premium 32% disusul kategori B 12%. "Sudirman dan Kuningan akan tumbuh paling banyak mencapai 76% dari total permintaan," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×