kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.945   98,00   0,55%
  • IDX 5.938   -257,87   -4,16%
  • KOMPAS100 788   -36,07   -4,38%
  • LQ45 595   -24,11   -3,89%
  • ISSI 206   -8,70   -4,06%
  • IDX30 338   -12,06   -3,45%
  • IDXHIDIV20 417   -11,19   -2,62%
  • IDX80 89   -4,15   -4,44%
  • IDXV30 114   -3,53   -3,00%
  • IDXQ30 109   -3,25   -2,89%

TINS dan Batan bangun pabrik mineral tanah jarang


Kamis, 03 Maret 2016 / 11:21 WIB


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. PT Timah Tbk akan mulai membangun pabrik pengolahan mineral tanah jarang (rare earth minerals) di Muntok, Bangka Barat pada pertengahan tahun 2016. Saat ini emiten berkode saham TINS itu sudah menemukan mitra pembangunan pabrik tersebut.

Sekretaris Perusahaan Timah, Agung Nugroho menyatakan, tahun lalu TINS sudah membangun pilot project pabrik rare earth berkapasitas 1.500 kilogram (kg) per tahun. Proyek itu menelan investasi Rp 40 miliar. 

Nah, pertengahan tahun ini, TINS akan bangun pabrik rare earth dengan skala industri. "Kami bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan BUMN lain," kata Agung kepada KONTAN, Rabu (2/3), tanpa menyebutkan nama BUMN lain dalam kongsi proyek itu. 

Ia juga masih merahasiakan nilai investasi pabrik maupun kapasitas produksi terpasang pabrik rare earth ini. Alasannya, kapasitas produksi akan menyesuaikan permintaan pasar. Besaran kapasitas ini juga akan menentukan kebutuhan dana investasi.

Ia hanya memberikan kisaran bahwa pabrik rare earth yang dibangun oleh TINS dan sejumlah BUMN itu idealnya mampu memproduksi sekitar 500 ton per tahun. Produksi  pabrik ini akan dipasarkan ke luar negeri. "Perusahaan teknologi, seperti Apple, berminat pada produk ini," kata dia.

Agung menambahkan, proyek ini ditargetkan sudah beroperasi pada tahun 2018. Pertimbangannya, "Pembangunan pabrik dalam skala komersial membutuhkan waktu dua tahun," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×