kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,34   -28,38   -2.95%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Tirta Mahakam Resources (TIRT) gencar jual stok barang jadi dan setengah jadi


Jumat, 28 Agustus 2020 / 19:38 WIB
Tirta Mahakam Resources (TIRT) gencar jual stok barang jadi dan setengah jadi
ILUSTRASI. Pengiriman produk kayu PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT)


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten yang bergerak di bidang Industri dan penjualan kayu lapis  PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) terus berupaya untuk dapat bertahan menghadapi tantangan Covid-19. Saat ini TIRT sedang gencar dalam menjual stock barang jadi dan setengah jadi.

Presiden Direktur TIRT Djohan Surja Putra menjelaskan,  barang setengah jadi ini meliputi Sawntimber dan Veneer, sedangkan barang jadi meliputi Plywood, Barecore, Blockboard, Polyester Plywood, dan Polyester Blockboard.

Hingga Kuartal II-2020, penjualan barang setengah jadi sebanyak 1.864 m3 dan penjualan barang jadi sebanyak 17.793 m3. Adapun total penjualan TIRT, yaitu Rp143,86 Miliar.

Selain menjual stok barang jadi dan setengah jadi, TIRT juga menghentikan sementara aktivitas produksi sambil tetap memantau perkembangan pandemi Corona.

Baca Juga: Tirta Mahakam (TIRT) merasakan dampak dari pandemi Covid-19

"Kami juga melihat proyeksi permintaan dalam bulan ke depan. Oleh karena itu, kami fokus pada penjualan stock yang ada untuk barang jadi dan setengah jadi. Sampai akhir bulan Juni 2020 jumlah stock barang jadi sekitar 12.000 m3 dan stock barang setengah jadi sekitar 188 m3," jelasnya dalam paparan publik secara virtual, Jumat (28/8).

Djohan memaparkan dalam upaya menggenjot penjualan stock barang jadi dan setengah jadi ini, Tirta Mahakam melalui tim pemasaran akan lebih gencar dan memikirkan strategi yang tepat.

Adapun strategi pemasaran perlu dikaji kembali dengan melihat kondisi pasar yang agak terhambat ke sejumlah daerah dan negara akibat  pandemi Covid-19.

Djohan mencontohkan terdapat kebijakan lockdown di negara tujuan ekspor TIRT, seperti Eropa, India, dan terutama Jepang yang menyebabkan penjualan ekspor Plywood mengalami kendala karena turunnya permintaan bahkan pembatalan beberapa pesanan di tahun 2020 ini.

Masalah tersebut tentu menyebabkan terkoreksinya penjualan bersih produsen kayu lapis ini. Djohan memaparkan  pada Kuartal II-2020 penjualan bersih terkoreksi sebesar 62,24% menjadi Rp143,86 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×