kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.010   47,00   0,26%
  • IDX 5.792   97,15   1,71%
  • KOMPAS100 753   17,82   2,42%
  • LQ45 571   13,99   2,51%
  • ISSI 200   1,84   0,93%
  • IDX30 323   7,76   2,46%
  • IDXHIDIV20 397   8,51   2,19%
  • IDX80 85   2,00   2,40%
  • IDXV30 108   1,60   1,51%
  • IDXQ30 104   2,03   1,99%

Toko tradisional kalah saing toko ritel modern


Rabu, 01 November 2017 / 19:53 WIB


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebut, pemerintah akan terus mengedepankan ekonomi berkeadilan. Ia menyebut, selain akan memperhatikan toko ritel modern, pihaknya juga akan membantu memenuhi kebutuhan pedagang tradisional.

Enggar, sapaan akrabnya menyebut saat ini dari segi persaingan memang sudah tidak dapat dipungkiri bahwa toko ritel modern sudah mendominasi pasar. Alhasil, pedagang tradisional banyak yang gulung tikar alias kalah bersaing.

Sebagai salah seorang mantan pedagang, Enggar membeberkan beberapa alasan kalahnya pedagang tradisional dengan ritel modern. Antara lain terkait tempat melakukan usaha yang kurang nyaman.

"Pedagang tradisional, pedagang warung itu kalah. Pertama karena berdagang di tempat umum, atau kalau di pasar itu bau. Ini yang terjadi," kata Enggar saat ditemui di Bekasi, Rabu (1/11).

Selain mengenai perbedaan harga jual, artinya harga barang yang dijual di pedagang atau pasar tradisional praktis lebih mahal dari ritel modern.

Hal ini, menurutnya terjadi karena pedagang tradisional hanya mampu membeli barang dengan jumlah kecil, alhasil harga yang didapat menjadi mahal.

Sementara pasar ritel modern mampu membeli dengan jumlah yang besar sehingga harga beli praktis lebih murah.

Hal lain yang menjadi masalah persaingan di pasar, yakni soal akses pendanaan terhadap barang yang akan dijual.

Artinya, pedagang kecil kemungkinan besar akan melakukan pembayaran secara langsung sementara pedagang ritel modern diperkenankan untuk mencicil. "Ini harus diselesaikan, agar tidak terjadi kesenjangan sosial," ungkap dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×