kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Tower pertama LRT City Gateway Park Jaticempaka mulai tutup atap


Minggu, 18 November 2018 / 18:31 WIB

Tower pertama LRT City Gateway Park Jaticempaka mulai tutup atap


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adhi Commuter Properti (ACP) terus menggeber proyek-proyek apartemen yang dikembangkan di sekitar jalur Light Rail Transit (LRT) atau kereta ringan Jabodetabek. Salah satunya adalah LRT City Jaticempaka Gateway park.

LRT City Gateway Park adalah proyek kerjasama operasi (KSO) ACP dengan Urban Jakarta Propertindo. Proyek ini dikembangkan di lahan seluas 5,2 hektare (ha), berlokasi persis di perbatasan DKI Jakarta dan Bekasi.

Setelah apartemen pertama dirilis pada September 2017 lalu dan mulai groundbreaking pada Oktober tahun lalu, menara dengan kapasitas 529 unit tersebut telah memasuki proses tutup atap alias topping off. Itu menandai bahwa pekerjaan struktur proyek tersebut telah rampung.

"Penjualan apartemen ini akan semakin baik setelah pembangunan struktur untuk tower pertama tersebut selesia. Apalagi fisik pembangunan stasiun LRT Jaticempaka juga sudah mulai terlihat. Sejak kami luncurkan, apartemen LRT City Gateway Park sudah naik 30%," kata Ibnu Mahmud Junaidi, Project Director LRT City Jaticempaka – Gateway Park, Sabtu (17/11).

Pengembangan Proyek LRT City Gateway Park akan terdiri dari lima lot apartemen, saatu lot komersiala, dan 20 unut ruko. Proyek ini ditargetkan akan dikembangkan dalam waktu 10 tahun dengan target pendapatan Rp 3,3 triliun untuk apartemen dan ruko. Total unit apartemen yang akan dibangun dikawasan tersebut mencapai 4.200 unit.

Tahap pertama, ACP akan membangun satu lot apartemen, ruko, dan lot komersial. Lot pertama apartemen tersebut terdiri dari dua tower yakni Accordion sebanyak 529 unit dan tower Bandoneon sebanyak 362 unit.

Ibnu bilang, apartemen tower I telah terjual sebanyak 90% dan ditargetkan akan ludes terjual akhir tahun ini. Saat ini, harga apartemen ini dijual Rp 528 juta untuk tipe terkecil yakni studio, naik 30% lebih dari peluncuran awal seharag Rp 390 juta. Sementara tower kedua akan dipasarkan bertahap dimana tahap pertama baru dirilis 135 unit.

Djoko Santoso, Manager Biro Pemasaran PT Adhi Commuter Properti mengatakan, apartemen Gateway Park memang dipasarkan dengan harga lebih mahal dari proyek -proyek sejenis disekitarnya. Pasalnya, lahan proyek tersebut diakuisisi dengan harga yang sudah cukup mahal. Kemudian, proyek tersebut juga tidak bisa dibangun terlalu tinggi, hanya 16 lantai, lantaran dekat dengan daerah Bandara Halim Perdana Kusuma.

"Oleh karena itu, kami tidak bisa mengalokasikan untuk MBR di khusus di proyek ini. Untuk unit dnegan harga yang lebih murah kami alokasikan di LRT City lain yang kami kembangkan." kat Djoko.

LRT City Jaticempaka – Gateway Park, dikembangkan dengan menerapkan 5 prinsip Transit Oriented Development (TOD). Pertama, Walkable, dimana semua fasilitas kawasan didesain berdekatan dan dapat diakses dengan mudah hanya berjalan kaki. Kedua, Connect, artinya proyel terhubung langsung dengan Stasiun LRT.

Ketiga, Shift & Transit yakni terdapat LRT dan Shuttle Bus yang disediakan untuk menghubungkan kawasan dengan tujuan / transportasi publik yang lain. Keempat, Densify dimana residential building dikembangkan secara vertikal untuk mengoptimalkan lahan. Kelima mixed Use, yakni adanya perpaduan berbagai fungsi bangunan yaitu residensial dan komersial dalam satu kawasan.

Ibnu Mahmud Junaidi, Project Director LRT City Jaticempaka – Gateway Park mengatakan, “Kami mengembangkan kawasan ini tidak hanya untuk hunian, tapi juga dilengkapi kawasan komersial, baik itu Ruko sebanyak 20 unit, Bicycle Track, Swimming Pool, Jogging Track, Park & Ride, Parking Lot, Security Access, Feeder Bus, maupun Mall.

Dalam dua tower yang sedang dikembangkan ini, dibangun 3 tipe unit, yaitu tipe Studio dengan luas 24,56 m2, tipe 1BR dengan luas 34,06 m2 dan tipe 2BR dengan luas 51,74 m2. Di kawasan LRT City Jaticempaka – Gateway Park, juga akan dibangun Mall 4 lantai dengan luas saleable area lebih kurang 18.000 m2 yang dikembangkan di lahan seluas 10.000 m2.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk

Video Pilihan


Close [X]
×