kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Toyota "recall" ratusan All New Avanza


Kamis, 22 Maret 2012 / 11:06 WIB
Toyota
ILUSTRASI. Perayaan Hari Nasional di depan Gedung Kepresidenan di Taipei, Taiwan, Sabtu (10/10/2020). REUTERS/Ann Wang


Reporter: Edy Can | Editor: Edy Can

JAKARTA. Toyota Indonesia diam-diam melakukan kampanye perbaikan massal (recall) pada ratusan pemilik All New Avanza untuk servis gratis. Ternyata hal ini menjadi bagian dari kampanye servis tersembunyi (silent service campaign) untuk mengencangkan baut suspensi depan mobil sejuta umat tersebut.

Joko Trisanyonto, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan, ada laporan dari bengkel Toyota, konsumen kurang puas dengan bunyi yang berasal dari suspensi depan All New Avanza. "Ini bukan recall, laporan langsung kita tangani di bengkel dan sudah beres. Tapi, untuk mencegah kejadian lain, TAM inisiatif memeriksa beberapa unit, daripada nunggu keluhan," komentar Joko kepada KompasOtomotif, Kamis (22/3).

Mengutip Tabloid Otomotif edisi 47 (22-28/3/2012) terindikasi 363 unit Avanza menerima undangan untuk servis berdasarkan data nomor rangka dan mesin yang disinyalir mengalami masalah yang sama. "Pemilihan unit itu ada hitungannya, beberapa bulan mundur dan sesudah unit yang diperbaiki. Intinya masalah kepuasan pelanggan saja," lanjut Joko.

Sampai berita ini dinaikkan, Joko sudah mendapatkan hasil laporan pemeriksaan beberapa unit milik konsumen. "Hasilnya sudah keluar dan bukan masalah. Intinya, kami mementingkan kepuasan konsumen," tukas Joko.

Informasi yang diperoleh KompasOtomotif dari salah satu diler Toyota di Jakarta, pemanggilan Avanza ini dilakukan dengan metode yang rapi. Bahkan, menurutnya, undangan servis pada konsumen dilakukan sebaik mungkin agar tak menaruh curiga atau menimbulkan kesan memaksa. "Bahkan pengerjaan komponen yang bermasalah biasanya juga tak disebutkan ke konsumen," ujar sumber itu. (Agung Kurniawan/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×