kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Tren ekspor perikanan ke Uni Eropa menurun


Kamis, 19 April 2018 / 18:34 WIB
ILUSTRASI. PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM)


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren ekspor perikanan Indonesia ke Uni Eropa (UE) mengalami penurunan dalam empat tahun terakhir. Padahal, sebelumnya nilai ekspor perikanan Indonesia ke UE menyentuh angka US$ 424 juta.

Namun pada 2017 angka tersebut turun menjadi US$ 345 juta. "Memang trennya menurun dulu bisa 15% dari total ekspor, sekarang di bawah 10%," ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Budhi Wibowo kepada Kontan.co.id, Kamis (19/4).

Penurunan tren ekspor itu disebabkan adanya hambatan tarif. Budhi bilang hingga saat ini ekapor perikanan Indonesia masih dikenakan tarif masuk di UE.

Sementara itu, negara pesaing Indonesia seperti Vietnam dan Thailand sudah tidak dikenakan bea masuk. Pasalnya kedua negara tersebut telah memiliki perjanjian perdagangan bebas.

"Saat ini Indonesia masih melakukan pembahasan permintaan peniadaan tarif impor," terang Budhi.

Sementara untuk nomor persetujuan ekspor bagi Unit Pengolahan Ikan (UPI) Indonesia masih menunggu proses. Budhi UE mensyaratkan UPI yang diberikan nomor persetujuan memiliki grade A.

UE juga membatasi pemberian nomor persetujuan ekspor. Mengenai proses permintaan, Budhi bilang kesepakatan penambahan dilakukan antar pemerintah kedua negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×