kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Unilever Indonesia (UNVR) Ekspor Kecap Bango ke Belanda


Rabu, 14 Januari 2026 / 18:17 WIB
Unilever Indonesia (UNVR) Ekspor Kecap Bango ke Belanda
ILUSTRASI. Bumbu siap saji Bango produksi PT Unilever Indonesia Tbk (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan penandatanganan Letter of Intent (LoI) ekspor kecap Bango milik PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan importir Belanda InterAromat BV dengan nilai kontrak US$ 120.000 atau Rp 2 miliar telah dilakukan pada Senin (12/1/2026).

Penandatanganan ini merupakan hasil konkret dari rangkaian business matching yang difasilitasi Kemendag pada 8 Januari 2026 dan 23 Desember 2025, sebagai tindak lanjut dari aktivasi program Rasa Rempah Indonesia (S’RASA) di Belanda yang diluncurkan pada 2025.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menegaskan, kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi produk gastronomi Indonesia di pasar Eropa. Penandatanganan LoI ini, kata Puntodewi, diharapkan mendorong peningkatan ekspor kecap Indonesia ke Negeri Kincir Angin.

Baca Juga: Rosan Sebut Valuasi Saham TLKM Melonjak Enam Bulan Terakhir, Apa Pemicunya?

Ia menuturkan, berdasarkan riset pasar InterAromat BV, kecap Indonesia memiliki karakter khas dan cita rasa unik yang belum mampu ditandingi oleh produk serupa yang saat ini beredar di Belanda.

“Dengan rekam jejak panjang dan kualitas teruji, kecap Bango dinilai memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut dan menjadi pilihan utama konsumen di Belanda. Ke depan, kecap Bango akan merambah pasar negara lainnya di Eropa,” tambah Puntodewi.

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar RI di Belanda, Mariska Dwianti Dhanutirto menambahkan, program S'RASA yang dilaksanakan di Belanda menjadi langkah penguatan diplomasi kuliner Indonesia.

“Kami mendorong restoran Indonesia di luar negeri tak hanya sebagai sarana promosi budaya, tetapi juga sebagai pintu masuk peningkatan ekspor rempah dan bumbu Indonesia ke pasar global,” imbuh Mariska.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×