kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.665.000   13.000   0,49%
  • USD/IDR 16.882   -7,00   -0,04%
  • IDX 9.033   84,28   0,94%
  • KOMPAS100 1.248   7,65   0,62%
  • LQ45 882   3,22   0,37%
  • ISSI 330   3,28   1,00%
  • IDX30 449   0,01   0,00%
  • IDXHIDIV20 529   -1,74   -0,33%
  • IDX80 139   0,91   0,66%
  • IDXV30 147   0,11   0,08%
  • IDXQ30 144   0,01   0,00%

Unilever Indonesia (UNVR) Ekspor Kecap Bango ke Belanda


Rabu, 14 Januari 2026 / 18:17 WIB
Unilever Indonesia (UNVR) Ekspor Kecap Bango ke Belanda
ILUSTRASI. Bumbu siap saji Bango produksi PT Unilever Indonesia Tbk (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan penandatanganan Letter of Intent (LoI) ekspor kecap Bango milik PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan importir Belanda InterAromat BV dengan nilai kontrak US$ 120.000 atau Rp 2 miliar telah dilakukan pada Senin (12/1/2026).

Penandatanganan ini merupakan hasil konkret dari rangkaian business matching yang difasilitasi Kemendag pada 8 Januari 2026 dan 23 Desember 2025, sebagai tindak lanjut dari aktivasi program Rasa Rempah Indonesia (S’RASA) di Belanda yang diluncurkan pada 2025.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menegaskan, kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi produk gastronomi Indonesia di pasar Eropa. Penandatanganan LoI ini, kata Puntodewi, diharapkan mendorong peningkatan ekspor kecap Indonesia ke Negeri Kincir Angin.

Baca Juga: Rosan Sebut Valuasi Saham TLKM Melonjak Enam Bulan Terakhir, Apa Pemicunya?

Ia menuturkan, berdasarkan riset pasar InterAromat BV, kecap Indonesia memiliki karakter khas dan cita rasa unik yang belum mampu ditandingi oleh produk serupa yang saat ini beredar di Belanda.

“Dengan rekam jejak panjang dan kualitas teruji, kecap Bango dinilai memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut dan menjadi pilihan utama konsumen di Belanda. Ke depan, kecap Bango akan merambah pasar negara lainnya di Eropa,” tambah Puntodewi.

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar RI di Belanda, Mariska Dwianti Dhanutirto menambahkan, program S'RASA yang dilaksanakan di Belanda menjadi langkah penguatan diplomasi kuliner Indonesia.

“Kami mendorong restoran Indonesia di luar negeri tak hanya sebagai sarana promosi budaya, tetapi juga sebagai pintu masuk peningkatan ekspor rempah dan bumbu Indonesia ke pasar global,” imbuh Mariska.

Selanjutnya: BCA Optimistis KPR Kembali Menguat pada 2026

Menarik Dibaca: Promo Alfamidi Beli 1 Gratis 1 dan Beli 2 Gratis 1, Berlaku sampai 15 Januari 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×