kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Usai Shell cabut dari Masela, kini Chevron kirim sinyal hengkang dari Blok IDD


Kamis, 23 Juli 2020 / 17:54 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO: The logo of Chevron is seen at the company's office in Caracas, Venezuela April 25, 2018. REUTERS/Marco Bello/File Photo


Reporter: Filemon Agung, Pratama Guitarra | Editor: Pratama Guitarra

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investasi migas di tanah air sedang kurang sehat. Setelah Royal Dutch Shell berencana hengkang dari Blok Masela, kabar terbaru PT Chevron Pacifik Indonesia (CPI) yang memberi isyarat untuk tidak melanjutkan pengembangan tahap II Blok Indonesia Deep Water Development (IDD).

Isyarat itu dikatakan CPI karena pengembangan tahap II Blok IDD tidak masuk dalam portfolio global Chevron.

Hal itu ditegaskan oleh Manager Corporate Communication Chevron Pacific Indonesia, Sonitha Poernomo. Ia bilang, kondisi tersebut membuat pengembangan tahap II Blok tersebut berpotensi tidak mempunyai cukup modal.

Baca Juga: SKK Migas masih nantikan kepastian perubahan hak partisipasi di Blok Tuna

"IDD Tahap II tidak dapat bersaing untuk mendapatkan modal dalam portofolio global Chevron. Kami percaya proyek ini akan memiliki nilai untuk operator lain," tutur Soenitha kepada Kontan.co.id, Kamis (23/7)

Tapi Soenitha bilang, sejatinya Cekungan Kutai yang ada di lapangan laut dalam itu masih tergolong kawasan hidrokarbon yang menarik. Untuk itu pihaknya yakin operator lain dapat melanjutkan pengembangan tersebut.

Yang jelas, kata Soenitha, saat ini Chevron bersama pemerintah dan calon mitra potensial terus menjalin kordinasi untuk pengembangan Blok IDD itu.

Sumber Kontan.co.id juga menyampaikan, bahwa rencana keluarnya Chevron dari Blok IDD sudah dibahas sejak awal tahun. Hanya saja, pihak dari Chevron masih menggantung niatnya untuk hengkang kepada pemerintah. Alhasil, pemerintah dalam hal ini SKK Migas belum memiliki kepastian. Sambil ini berjalan, sudah ada nama perusahaan potensial yang akan mengganti Chevron di Blok tersebut.

Baca Juga: Inpex optimistis proyek LNG abadi dan pengembangan di Blok Masela bakal terus lanjut

Tanggapan SKK Migas

Asal tahu saja, dalam proyek IDD ini, Chevron bertindak sebagai operator dan pemegang saham mayoritas sebesar 63%. Chevron menggarap proyek migas di laut dalam ini bersama dengan mitra lainnya, yaitu ENI, Tip Top, PT Pertamina Hulu Energi dan para mitra Muara Bakau.

Adapun, pengembangan tahap II meliputi pengembangan lapangan Gendalo-Gehem. Sedianya direncanakan pengembangan dua hub terpisah dimana Gendalo dan Gehem bakal memiliki Floating Production Unit (FPU) untuk tiap lapangan.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×