kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.945   28,00   0,17%
  • IDX 9.100   24,29   0,27%
  • KOMPAS100 1.259   2,84   0,23%
  • LQ45 890   0,86   0,10%
  • ISSI 331   1,17   0,36%
  • IDX30 454   1,72   0,38%
  • IDXHIDIV20 537   3,62   0,68%
  • IDX80 140   0,20   0,14%
  • IDXV30 148   1,16   0,79%
  • IDXQ30 146   0,52   0,36%

Otomotif lesu, bisnis kaca film V-Kool terseret


Kamis, 03 Agustus 2017 / 17:46 WIB
Otomotif lesu, bisnis kaca film V-Kool terseret


Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Kinerja penjualan otomotif menular ke bisnis aksesori seperti kaca film. Saat penjualan mobil stagnan, penjualan kaca film pun sama. Kondisi ini dirasakan oleh distributor kaca film seperti PT V-Kool Indo Lestari.

Linda Widjaja, Vice President PT V-Kool Indo Lestari mengatakan, tahun ini situasi penjualan otomotif dan ekonomi masih lesu. "Kami harapkan penjualan tahun ini bisa naik 2% sampai 3% sedangkan tahun lalu ada peningkatan sekitar 2% hingga 4%," kata Linda, Kamis (3/8).

Menurutnya usia produk kaca film punya jangka waktu ganti lama. Sehingga. pasar pengganti pun sulit untuk dijangkau. Itu sebabnya V-Kool mengharapkan dari pembelian mobil baru.

Sebagai informasi, importir kaca dari Amerika Serikat ini menganut bisnis business to bussiness (B2B) dengan Agen Pemegang Merk (APM). Merek yang sudah kerja sama mulai dari merek Jepang seperti Mitsubishi, Toyota, Nissan dan produk asal Eropa.

Gabungan Industri Otomotif Indonesia (GAIKINDO) memprediksi, penjualan mobil tahun ini bisa meningkat 5% dibanding tahun 2016. Dari catatan Gaikindo, penjualan 2016 sebesar 1,06 juta unit.

Tak ingin bisnis kaca filmnya semakin buram, V-Kool berusaha selain genjot penjualan namun juga edukasi ke masyarakat. V-Kool akan ikut meramaikan pameran otomotif seperti Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS). "Di GIASS kami tidak kejar target jual tapi kami lebih ke edukasi ke konsumen soal kaca film," kata Linda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×