Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Vietnam membidik peningkatan kunjungan wisatawan Muslim, termasuk dari Indonesia, melalui pengembangan pariwisata halal di Vietnam.
Salah satu upaya tersebut dilakukan maskapai Vietjet melalui inisiatif Vietnam Halal Connect yang diperkenalkan dalam Vietnam Halal Tourism Conference 2026.
Program tersebut ditujukan untuk memperkuat kolaborasi antara maskapai, bandara, pelaku industri pariwisata, lembaga sertifikasi halal, hingga mitra teknologi.
Baca Juga: Pelita Air dan Patra Hotels Optimistis Libur Sekolah Dongkrak Wisata Domestik
Indonesia menjadi salah satu pasar yang dibidik karena merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia sekaligus salah satu sumber wisatawan potensial bagi Vietnam.
Commercial Director Vietjet Ha Nang Viet mengatakan, kebutuhan wisatawan Muslim terhadap layanan perjalanan yang sesuai terus meningkat sehingga membuka peluang bagi Vietnam untuk memperluas pasar tersebut.
"Kami melihat peluang besar untuk memperkuat daya tarik Vietnam di kalangan wisatawan Muslim melalui konektivitas yang lebih baik dan layanan yang merespons kebutuhan perjalanan mereka yang terus berkembang," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (10/7/2026).
Melalui inisiatif tersebut, Vietjet menyatakan akan memperluas pilihan makanan halal di penerbangan, menghadirkan layanan perjalanan digital, serta menjalin kerja sama dengan pelaku industri pariwisata.
Baca Juga: Pelita Air dan Patra Hotels Optimistis Libur Sekolah Dongkrak Wisata Domestik
Maskapai juga akan mendukung penerapan standar halal yang diakui secara internasional sesuai ketentuan yang berlaku.
Saat ini Vietjet mengoperasikan lebih dari 135 rute domestik dan internasional, termasuk penerbangan langsung dari Jakarta dan Bali menuju Vietnam.
Jaringan tersebut juga menghubungkan Vietnam dengan sejumlah negara di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Asia Tengah.
Dalam konferensi itu, pemerintah Vietnam menilai negaranya memiliki peluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Muslim berkat letak geografis yang strategis serta beragam destinasi wisata.
Baca Juga: Kemenpar Tertibkan Hotel dan Vila Tanpa Izin di OTA, Ini Respons Pengusaha
Data yang dipaparkan dalam acara itu menunjukkan Vietnam menerima lebih dari 21 juta wisatawan mancanegara sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 600.000 merupakan wisatawan Muslim.
Data tersebut menunjukkan pangsa wisatawan Muslim di Vietnam masih relatif kecil dibandingkan total kunjungan wisatawan mancanegara, sehingga pemerintah dan pelaku industri melihat peluang untuk mengembangkan segmen tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














