kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Virus corona menyerang, begini efeknya ke pasokan bahan baku emiten farmasi


Minggu, 09 Februari 2020 / 17:11 WIB
ILUSTRASI. Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir (kiri) bersama Direktur Utama Kimia Farma Tbk Verdi Budidarmo.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Herlina Kartika Dewi

Meski demikian, sampai hari ini Honesti bilang belum menghentikan aktivitas bahan baku impor karena bahan baku yang masuk ke Indonesia tidak langsung dipakai.

"Ada proses pengecekan lagi apakah ada  kontaminasi atau tidak," jelasnya.

Sampai dengan saat ini, Kimia Farma telah berupaya mengurangi bahan baku obat dengan meningkatkan kemandirian farmasi.

Baca Juga: Analis Pilarmas Investindo: Holding BUMN farmasi akan berdampak jangka panjang

Adanya holding BUMN Farmasi ini, Honesti menyatakan bakal  memperkuat kemandirian farmasi. Targetnya di akhir 2020 Kimia Farma bisa mengurangi impor bahan baku sebesar 5% karena pabrik baru beroperasi di tahun ini. 

Adapun pada tahun 2021 impor bahan baku bisa ditekan tiga kali lipatnya atau mencapai 15% sehingga impor bahan baku obat dapat ditekan menjadi 75%.  

Dalam memuluskan targetnya ini, Honesti menjelaskan, Kimia Farma sudah menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 2 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×