kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Visi Telekomunikasi geber bisnis menara telko


Senin, 02 Oktober 2017 / 16:20 WIB
Visi Telekomunikasi geber bisnis menara telko


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD) bakal fokus menjadi perusahaan penyedia jasa infrastruktur telekomunikasi. Ini setelah Visi Telekomunikasi tidak lagi menjalankan bisnis ritel miliknya.

Tahun ini, perusahaan tersebut tidak terbebani dengan bisnis ritel seperti pada tahun lalu. Hal itu membuat Visi Telekomunikasi lebih lincah dalam menjalankan bisnisnya.

Paulus Ridwan Purawinata, Direktur Utama Visi Telekomunikasi mengatakan, saat ini perusahaannya fokus pada pengembangan menara telekomunikasi mikro seluler karena selain karena investasinya tidak terlalu besar. Mikro seluler juga belum dimasuki pemain-pemain besar di industri penyedia menara telekomunikasi.

“Di 2017 sudah 100% BTS. Soal angka (pendapatan) saya belum bisa update karena kuartal III baru kemarin tutup,” ujarnya kepada KONTAN, Senin (2/10).

Asal tahu saja, sejak melepas bisnis ritelnya pendapatan perusahaan ini sampai semester I 2017 mengalami peningkatan cukup signifikan. Kenaikan pendapatan hampir sepuluh kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni dari Rp 1,35 miliar menjadi Rp 12,01 miliar. Namun memang kinerja laba perusahaan ini turun, yakni dari Rp 1,67 miliar di semester I 2016 menjadi Rp 3,01 miliar di semester I 2017.

Namun dirinya optimistis kinerja perusahaan ini akan membaik seiring dengan fokusnya di sektor penyedia jasa menara telekomunikasi. Asal tahu saja, tenant ratio menara milik Visi Telekomunikasi setidaknya disewa oleh satu provider atau 1:1. Apalagi harga sewa menara mikro seluler jauh lebih murah ketimbang dengan BTS yang besar sehingga menarik bagi provider.

“Sejalan dengan forecast kami konservatif saja. Semoga (kinerja naik) kita lihat angka kuartal IV nanti,” lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×