kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 17.745   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.587   61,36   0,94%
  • KOMPAS100 864   12,18   1,43%
  • LQ45 654   10,29   1,60%
  • ISSI 230   0,90   0,39%
  • IDX30 366   5,73   1,59%
  • IDXHIDIV20 451   8,41   1,90%
  • IDX80 98   1,51   1,56%
  • IDXV30 125   1,19   0,96%
  • IDXQ30 117   2,04   1,78%

Volume Penjualan Solusi Bangun Indonesia (SMCB) Tumbuh 6,9% Sepanjang Semester I-2026


Selasa, 01 September 2026 / 13:49 WIB
Volume Penjualan Solusi Bangun Indonesia (SMCB) Tumbuh 6,9% Sepanjang Semester I-2026
ILUSTRASI. Volume Penjualan Solusi Bangun Indonesia (SMCB) Tumbuh 6,9% di sepanjang semester I-2026 (Dok/ PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) )


Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) berhasil menjaga momentum pertumbuhan dengan mencatat total volume penjualan sebesar 6,10 juta ton. Angka ini meningkat 6,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian ini diraih di tengah berbagai tantangan industri seperti tekanan overcapacity yang berdampak pada persaingan harga, serta tingginya biaya energi dan logistik.

Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali, mengatakan perusahaan menempatkan penguatan daya saing dan optimalisasi kapasitas sebagai prioritas dalam merespons dinamika industri.

Strategi tersebut dijalankan melalui efisiensi operasi, pengelolaan keuangan yang disiplin, serta perluasan basis pasar, baik di dalam negeri maupun ekspor.

Baca Juga: Solusi Bangun Indonesia (SMCB) Buka Peluang Baru, Targetkan Ekspor 1 Juta Ton ke AS

“Pertumbuhan volume penjualan menunjukkan bahwa Solusi Bangun Indonesia mampu mengonversi peluang pemulihan permintaan menjadi pertumbuhan bisnis melalui transformasi fundamental khususnya pada penjualan retail,” ujar Rizki, Selasa (1/9/2026).

Hingga akhir semester I-2026, Solusi Bangun Indonesia membukukan peningkatan pendapatan 10,63% menjadi Rp5,5 triliun. Kinerja tersebut juga tercermin pada laba kotor yang tumbuh 15,9% menjadi Rp1,20 triliun yang menunjukkan penguatan profitabilitas Perusahaan.

Pengendalian biaya yang dilakukan secara disiplin juga membantu Perusahaan mengelola tantangan dari kenaikan harga energi, tingginya biaya logistik serta pergerakan nilai tukar, sehingga kinerja operasional tetap terjaga dengan membukukan EBITDA sebesar Rp806 miliar.

Solusi Bangun Indonesiamenutup semester I-2026 dengan laba periode berjalan sebesar Rp278 miliar, meningkat 4,31% dibandingkan semester I 2025.

Bidik Peluang Pertumbuhan dari Pasar Domestik dan Ekspor

Memasuki semester II 2026, SMCB melihat peluang pertumbuhan pasar masih terbuka seiring keberlanjutan realisasi proyek pembangunan dan belanja pemerintah. 

“Perusahaan akan memperkuat penetrasi pasar domestik, sekaligus melanjutkan pengembangan pasar ekspor untuk memperluas jangkauan pasar dan mengoptimalkan kapasitas produksi,” ucapnya. 

Jawa Barat menjadi salah satu fokus penguatan pasar Solusi Bangun Indonesia tahun ini, seiring pertumbuhan permintaan semen yang mencapai 7,5% secara tahunan. Momentum tersebut dimanfaatkan perusahaan bersama SIG selaku induk usaha untuk menghidupkan kembali Semen Kujang, merek ikonik yang memiliki sejarah panjang sebagai pelopor industri semen di Jawa Barat.

Baca Juga: Perkuat Pasar di Jawa Barat, Semen Indonesia (SMGR) Hadirkan Lagi Semen Kujang

Dengan memadukan kekuatan merek lokal dan kapabilitas perusahaan dalam produksi serta distribusi, langkah ini diharapkan dapat memperluas basis pelanggan dan memperkuat posisi Perusahaan di salah satu pasar semen terbesar di Indonesia.

Pada saat yang sama, pengembangan pasar ekspor menjadi bagian dari strategi Perseroan untuk mendiversifikasi sumber permintaan di tengah kondisi kelebihan pasokan industri semen nasional.

Melalui kemitraan strategis bersama Taiheiyo Cement Corporation, Solusi Bangun Indonesia mengoptimalkan peluang ekspor ke pasar Amerika Serikat sebagai bagian.

Hingga Juni 2026, volume penjualan ekspor mencapai 97.500 metrik ton (MT) semen tipe khusus yang diekspor ke Amerika Serikat.

“Hingga akhir tahun buku yang akan berakhir pada Desember 2026, volume total ekspor ke Amerika Serikat ditargetkan mencapai 450 ribu MT sesuai rencana,” tandasnya. 

Baca Juga: Penjualan Semen Nasional Tumbuh 10,5% Semester I 2026, Oversupply Masih Membayangi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×