kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Wacana Ojol Jadi UMKM Tidak Otomatis Dongkrak Pendapatan Driver


Jumat, 31 Juli 2026 / 16:38 WIB
Wacana Ojol Jadi UMKM Tidak Otomatis Dongkrak Pendapatan Driver
ILUSTRASI. Ojek Online Mengangkut Penumpang (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wacana menjadikan pengemudi ojek online (ojol) sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai belum tentu mampu meningkatkan kesejahteraan pengemudi.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai persoalan utama yang dihadapi pengemudi bukan terletak pada status usaha, melainkan ketidakseimbangan antara jumlah pengemudi dan permintaan layanan.

Menurut Djoko, selama jumlah pengemudi masih jauh melebihi kebutuhan pasar, perubahan status menjadi UMKM tidak akan secara otomatis meningkatkan pendapatan pengemudi.

“Kalau kemudian yang dituntut adalah kesejahteraan, ini tidak akan pernah tercapai, karena memang profesi ini tidak seharusnya menjadi pekerjaan utama,” ujar Djoko dalam keterangannya, Jumat (31/7).

Baca Juga: Pendapatan Investasi Naik, Laba Bersih RAJA Melesat 88% di Semester I-2026

Ia mengatakan pemerintah perlu memprioritaskan penataan ekosistem transportasi digital, dibanding hanya mengubah status administrasi pengemudi. Salah satunya melalui penyusunan roadmap pengurangan jumlah pengemudi secara bertahap agar keseimbangan antara pasokan dan permintaan dapat tercapai.

Menurut Djoko, langkah tersebut juga perlu diikuti dengan penciptaan lapangan kerja yang lebih layak sehingga masyarakat tidak bergantung pada profesi pengemudi ojol sebagai sumber penghasilan utama.

“Bikin roadmap yang terukur, misalnya dalam lima tahun ke depan berapa target pengurangan driver ojol dan driver ojol harus diarahkan hanya sebagai kurir,” katanya.

Djoko menilai penataan jumlah pengemudi menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem transportasi digital.

Baca Juga: Bidik Pengunjung GIIAS 2026, Polytron Gandeng Mitra Lokal, di Seri G3+ Edisi Khusus

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×