Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memastikan seluruh kegiatan operasional pertambangan perseroan berada dalam kondisi normal dan berjalan sesuai target.
Kepastian ini disampaikan di tengah isu kondisi kahar (force majeure) pasokan batubara yang melanda salah satu perusahaan besar di Indonesia akibat kendala revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
Corporate Secretary Division Head PT Bukit Asam Tbk, Eko Prayitno menegaskan, operasional perusahaan hingga kini tidak mengalami kendala teknis maupun administratif.
Baca Juga: Shell Resmikan Pabrik Gemuk Berkapasitas 12 Kiloton per Tahun
Menurutnya, PTBA terus berproduksi sesuai koridor rencana kerja serta secara intensif memantau pergerakan pasar dan dinamika regulasi di industri pertambangan nasional.
"Hingga saat ini, operasional PTBA berjalan normal dan tetap mengacu pada rencana kerja yang telah ditetapkan. Perseroan terus mengikuti perkembangan kondisi pasar dan kebijakan/regulasi terkait pertambangan guna memastikan kegiatan operasional dan pemenuhan kebutuhan pelanggan berjalan dengan baik," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (15/9/2026).
Eko membeberkan, PTBA mengantongi kuota produksi sesuai RKAB 2026 yang telah disetujui pemerintah sejak Maret 2026 sebesar 53 juta ton. Berbekal alokasi tersebut, pihaknya optimistis seluruh pemenuhan kontrak pemesanan batubara dengan para pelanggan dapat terealisasi tanpa kendala.
"Pemenuhan kontrak dengan pelanggan dilakukan dengan mengacu pada ketersediaan produksi, rencana penjualan, serta ketentuan yang berlaku. Perseroan terus mengoptimalkan produksi dan pengelolaan pasokan agar komitmen kepada pelanggan dapat terpenuhi," terangnya.
Guna mengantisipasi ketidakpastian pasokan batubara bagi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) nasional, anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID ini tetap memprioritaskan pemenuhan kebutuhan domestik.
Dia bilang, PTBA menerapkan strategi manajemen logistik dari hulu ke hilir untuk menjamin keandalan rantai pasok ke titik serah.
Baca Juga: Grab Memperkuat Pengelolaan Ekosistem Mitra Pengemudi
"PTBA senantiasa memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pelanggan, termasuk untuk pembangkit listrik, sesuai penugasan dan kontrak yang berlaku. Untuk menjaga keandalan pasokan, kami melakukan perencanaan produksi dan distribusi secara terintegrasi, melakukan monitoring stok dan kebutuhan pelanggan, serta mengoptimalkan rantai pasok dari tambang hingga titik serah. Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan batubara tetap terjaga dan mendukung keandalan sistem kelistrikan nasional," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














