kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.542   42,00   0,24%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pengamat: bila bisa mencuri data KPU, hacker mungkin juga bisa mengubah hasil pemilu!


Sabtu, 23 Mei 2020 / 16:24 WIB
ILUSTRASI. A man holds a laptop computer as cyber code is projected on him in this illustration picture taken on May 13, 2017. Capitalizing on spying tools believed to have been developed by the U.S. National Security Agency, hackers staged a cyber assault with a se


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

Bila data KPU yang diduga bocor tersebut dikombinasikan dengan data Tokopedia dan Bukalapak yang lebih dulu terekspos, akan menghasilkan data yang cukup berbahaya. Dan hal ini  bisa dimanfaatkan untuk kejahatan. “Misalnya mengkombinasikan data telepon dari marketplace dengan data KTP dan KK. Ini sangat berbahaya,” jelas Pratama. .

Tak cukup sampai di situ. Data yang disebar itu tanpa enkripsi sama sekali. "Nomor KTP dan KK bersamaan misalnya bisa digunakan untuk mendaftarkan nomor seluler dan melakukan pinjaman online bila pelaku mahir melengkapi data,” tegas Pratama.

Intinya, pemerintah dan pihak terkait harus segera membenahi soal data masyarakat ini. Jika memang pemerintah percaya data itu tambang emas atau tambang minyak di era digital, harus ada upaya mati-matian melindungi sumber daya baru nan berharga ini.     

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×