kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Wah! Sewa villa di Bali tahun ini bisa naik 5%


Selasa, 21 Februari 2012 / 09:25 WIB
ILUSTRASI. Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada pemain Timnas sepak bola U-23 Arif Satria (kiri) di Istora Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (26/2/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Konsultan properti global, Knight Frank, memperkirakan, harga sewa villa di Bali tahun 2012 ini naik 5%. Harga sewa untuk villa privat berkisar US$ 276 atau Rp 2.482.620 per kamar pada musim sepi (low season) hingga US$ 368 atau Rp 3.310.160 per kamar pada musim ramai (peak season).

Senior Associate Director Knight Frank Indonesia, Fakky Hidayat, dalam siaran persnya, Senin (20/2/2012), menyebutkan, daerah Seminyak di Bali mencatat tingkat hunian rata-rata tertinggi untuk villa privat di 2011, sebesar 74,7%. Setelah Seminyak, tingkat hunian villa privat tertinggi adalah Canggu 65,6%, Sanur 58,5%, dan Ubud 58,1%.

"Daerah Seminyak masih tetap diminati, tetapi pengaruh kemacetan dan kompetisi yang ketat akan berdampak ke tingkat hunian. Daerah Canggu dan sekelilingnya berkembang pesat karena berdekatan dengan Seminyak dan belum terlalu padat," ujar Fakky. (Subur Tjahjono/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×