kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Waralaba properti paling tertekan rupiah


Kamis, 27 Agustus 2015 / 14:37 WIB


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Perlambatan ekonomi dan penguatan kurs dollar turut menekan bisnis waralaba. Levita Supit, Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) mengatakan, sektor waralaba yang paling mengalami tekanan dalam situasi ekonomi sekarang adalah waralaba properti.

"Sektor properti yang paling kena dampak," ujar Levita pada Rabu (27/8). Kondisi ini dipicu tingginya harga properti di tengah pelemahan rupiah. Sementara di saat bersamaan, daya beli konsumen tengah melemah.

"Harga properti lagi tinggi sekali naiknya, padahal daya beli masyarakat sedang lesu," ujar Levita.

Meski demikian, ia mengatakan belum ada waralaba properti yang menyatakan tutup. "Hanya slowing down saja," ujar Levita.

Menurutnya, sejauh ini industri waralaba masih bisa bertahan menghadapi situasi ekonomi yang kurang mendukung ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×