kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Waskita Beton Precast (WSBP) masih optimistis kejar target kontrak


Jumat, 18 Oktober 2019 / 18:21 WIB
Waskita Beton Precast (WSBP) masih optimistis kejar target kontrak
ILUSTRASI. WSBP Siapkan Plant Penajam untuk Dukung Pembangunan Ibukota Baru.

Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) masih optimis target kontrak dapat tercapai di penghujung akhir nanti. Hal tersebut lantaran di kuartal IV ini pihaknya sedang merintis pengadaan beton readymix dan precast untuk beberapa proyek.

Agus Wantoro, Direktur Waskita Beton Precast menyebutkan selama sembilan bulan kemarin pihaknya masih mencatatkan nilai kontrak 3,69 triliun. Adapun kontrak yang baru didapatkan dari pengadaan beton precast di beberapa proyek.

Baca Juga: Waskita Beton Precast (WSBP) akan menerbitkan obligasi Rp 1,5 triliun

"RDMP Pertamina Balikpapan, Tol Pekanbaru-Bangkinang, dan proyek lainnya dengan nilai sekitar Rp 250 miliar," jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (14/10).

Menilik progres capaian yang baru mencatatkan 35,8% hingga kuartal III pihaknya masih optimis dapat mencapai target kontrak di tahun ini. Sekedar mengingatkan, emiten dengan kode saham WSBP di Bursa Efek Indonesia ini membidik target kontrak senilai Rp 10,31 triliun.

Adapun optimisme tersebut lantaran pada kuartal IV ini WSBP sedang merintis pengadaan beton readymix dan precast di beberapa proyek. Agus memaparkan proyek tersebut untuk Tol di Sumatera, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. "Selain itu juga proyek-proyek gedung di Jakarta dan sekitarnya," lanjutnya.

Baca Juga: Duh, Tol Cibitung–Cilincing Gagal Kelar Tahun Ini, Molor Sampai Kapan?

Dari sisi proyek, WSBP juga tengah menggenjot proyek yakni Proyek Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu seksi II, proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated II, proyek Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), dan proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing.

Untuk itu, pihaknya telah mengucurkan dana belanja modal 31,1% atau senilai Rp 287,5 miliar dari Rp 922,95 miliar. "Belanja modal kami untuk proyek, pembangunan plant baru, dan optimalisasi kapasitas," tutupnya.


Tag


TERBARU

Close [X]
×